0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UKM Batik Makin Mentereng dengan TI

MEDIA GATHERING-Acara media gathering yang dihelat Intel Indonesia Corporation bersama Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan di salah satu hotel boutique di kawasan Mangkunegaran, Rabu (10/10) (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Industri kerajinan batik Kota Solo belakangan makin tampil mentereng setelah sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terkait, mengadopsi teknologi informasi (TI) dalam operasionalnya.

Ketua Bidang TI Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, Arif Budiman Effendi, mengatakan penerapan TI dalam industri batik terbukti efektif turut mendongkrak pertumbuhan usaha.

“Mulai 2008 kami menerapkan penggunaan TI untuk promosi maupun pemasaran melalui web. Hasilnya sangat signifikan, kunjungan konsumen ke Laweyan dari tahun ke tahun terus meningkat,” ungkapnya kepada wartawan, di salah satu hotel boutique di kawasan Mangkunegaran, Rabu (10/10).

Selain promosi dan pemasaran, penggunaan TI-pun belakangan juga diterapkan pada proses produksi batik melalui sejumlah software pendukung. Dengan cara seperti ini, dikatakan Arif, selain proses produksi bisa semakin cepat hasilnyapun kian berkualitas.

Dalam kesempatan yang sama, Public Relations Manager Intel Indonesia Corporation, Dhyoti R Basuki, menyatakan teknologi sangat diperlukan dalam pengembangan usaha apapun. Mengingat aplikasi teknologi bisa mempercepat segala aktivitas yang berkaitan dengan operasional usaha.

“Kami pun terus berupaya melakukan edukasi teknologi pada pelaku industri. Sharing (berbagi-red) bahwa pemakaian teknologi bikin pekerjaan jadi lebih gampang,” kata dia.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge