0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemilik Oven dan Korban Asap Tembakau Damai

Dampak asap dan abu oven tembakau yang mengganggu warga sekitar (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Setelah berjuang beberapa waktu agar terhindar dari polusi udara yang ditimbulkan oleh asap dan abu hasil pengovenan tembakau, warga Jembungan, Banyudono, Boyolali, setidaknya bisa bernapas lega. Pasalnya, sang pemilik oven bersedia memenuhi permintaan warga untuk meminimalkan polusi yang ditimbulkan oleh oven tembakau.

Keputusan tersebut tercapai dalam pertemuan antara pemilik oven dan warga korban polusi yang difasilitasi Camat Banyudono, Paiman dan Komisi IV DPRD di Aula Kecamatan setempat, Rabu (10/10). Hanya saja dari sekian permintaan warga, persoalan pembuatan cerobong asap masih belum menemukan titik temu.

Seperti diungkapkan sang pemilik oven, Sugiyanto, pihaknya masih kebingungan terkait permintaan untuk membuat cerobong asap. Pasalnya, baru kali ini menemukan kasus pembuatan cerobong asap. “Saya bingung untuk cerobong asap, pasalnya asap sangat dibutuhkan dalam proses pengeringan tembakau,” ucap Sugiyanto, ditemui usai pertemuan.

Sementara dari pihak korban sendiri, menginginkan pemilik oven untuk memperhatikan masalah asap, abu dan dampak kesehatan bagi warga masyarakat yang terkena polusi oven. Diungkapkan Sutopo, kalau pihak pengelola tidak bisa mengelola polusi yang ditimbulkan, pihaknya meminta pengovenan tembakau untuk dihentikan sementara waktu. “Dampak asap dan abu itu yang penting bagi kami,itu sangat menganggu kami,” tandas Sutopo.

Penasihat APTI Boyolali, Tulus Budiyono mengungkapkan, dampak asap bisa dikurangi dengan pemasangan jendela kecil di bagian atas bangunan bangunan oven. Jendela itu bsia dibuka sehingga asap bisa langsung terbawa angin menjauh.

“Untuk limbah abu bisa dibuang setelah semua proses selesai. Sebelum dibuang, abu disiram air agar lembab,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge