0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Asyik Judi Digaruk Polisi

Uang SPP Anak Katut Jadi Barang Bukti

Tersangka judi, Jumin Siswoyo (paling kanan) saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo. (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Wajah Jumin Siswoyo, laki-laki yang biasa menjadi tukang kebun di Politeknik Pratama Mulia tertunduk lesu saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Rabu (10/10) siang. Jumin terancam dipecat dari pekerjaannya sebagai tukang kebun lantaran tertangkap basah saat berjudi bersama kawan-kawannya.

Bukan hanya terancam dipecat dari pekerjaannya, laki-laki 47 tahun ini harus merelakan uang SPP anaknya yang berada di dalam dompet terbawa menjadi barang bukti hasil perjudian. “Judinya kecil-kecilan, hanya Rp 1000, saat penangkapan digeledah, uang SPP buat anak katut belum digunakan,” ujar warga  Jl Haryo Panularan, Laweyan Solo ini.

Padahal, lanjut Jumin, uang itu bukan uang yang digunakan untuk berjudi. Namun, ayah 3 anak ini terpaksa merelakan uang sebesar Rp 150 ribu dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti. “Saya ikhlaskan Mas. Uang yang  Rp 150 ribu itu, ya kalau dijadikan barang bukti silahkan,” ujar Jumin seraya menyesali perbuatannya.

Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimai’in melalui Kasubag Humas Poresta Solo AKP Sis Raniwati saat dikonfirmasi mengungkapkan, ketiga penjudi ini diamankan beserta barang bukti berupa 2 Set Kartu Remi serta uang tunai sebesar Rp 211.000.

Jumin tertangkap basah aparat kepolisian saat berjudi bersama Joko Istanto alias Kede (49) warga Waringin Rejo, Cemani, Grogol (Sukoharjo) serta Waluyo Hadi Prayitno (61) warga Jl Haryo Panularan, Laweyan, Solo. Ketiganya ditangkap Rabu (3/10) Pukul 22.15 WIB di Jl Haryo Panularan, Kemlayan, Laweyan, Solo. Seorang penjudi berhasil lolos saat dilakukan penangkapan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge