0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siap Patuhi Perda

KAI Kaji Ulang Ijin Gudang Semen Purwosari

Jajaran PT KAI bertemu dengan pimpinan DPRD Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo — PT KAI Daop VI Yogyakarta akan memperhatikan masukan DPRD Solo terkait ijin gudang semen Purwosari. PT KAI juga akan mempertimbangkan mekanisme penggusuran lahan terkait uang santunan dan tenggat waktu.

Hal itu diketahui dari pertemuan antara jajaran PT KAI Daop VI Yogyakarta dengan pimpinan DPRD Solo, di DPRD Solo, Rabu (10/10). Hadir dalam pertemuan itu Manajer Penguasaan Asset Djoko Edi, Bagian Hukum Sudjayanto serta Humas Eko Budiyanto. Sementara dari Pimpinan Dewan yaitu Ketua DPRD YF Sukasno dan Wakil Ketua Supriyanto.

Dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam tersebut, Ketua DPRD YF Sukasno menegaskan, daerah Purwosari sesuai Perda Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) bukan untuk daerah pergudangan. “Siapa pun harus memperhatikan Perda RTRW. Artinya, bangunan gudang semen di Purwosari harus mendapat ijin Pemkot dalam hal ini dinas terkait. Sudah saya cek, ijinnya belum ada,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Supriyanto mengatakan, PT KAI harus memperhatikan beberapa hal terkait penggusuran warga. Yang pertama seharusnya PT KAI melakukan sosialisasi dan juga tidak memberi tenggat waktu untuk penggusuran. “Realitasnya di lapangan jika warga mengosongkan bangunan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat,” terangnya.

Selain itu, Supriyanto meminta PT KAI memberikan santunan kepada warga yang digusur. Uang santunan itu sebagai etika kemanusiaan karena warga sudah menempati lahan itu sejak lama. Tak hanya itu, PT KAI juga harus mematuhi standar ijin bangunan gudang Semen. “Artinya gudang semen tersebut harus mengantongi ijin dari Pemkot,” lanjutnya.

Menanggapi masukan Pimpinan Dewan, Humas PT KAI Daop VI Eko Budiyanto mengatakan PT KAI akan memperhatikan masukan yang disampaikan. “Kami menyambut baik pertemuan ini dan pertemuan ini memberi masukan yang positif. Kami senang,” ujarnya.

Terkait perpanjangan waktu penggusuran PT KAI akan memperhatikan masukan itu. “Tentunya menjadi masukan. Cuma waktu dan tempo kapan, itu masih dikaji. Jangan sampai warga memperpanjang terus-terusan, karena kita juga punya kesiapan dan tenggat waktu,” imbuh Eko.

Lebih jauh, Eko menyatakan nantinya akan ada koordinasi lagi dengan DPRD. “Nanti akan dikaji lagi, ijin gudang semennya. Jika ketetapan Perda ya harus dipatuhi,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge