0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jajanan Pasar dan Minum Teh Tak Dapat Dipisahkan

Jumpa pers di PT Gunung Subur, Jaten, Karanganyar (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Karanganyar – Jajanan pasar dan minuman teh tidak bisa dipisahkan. Bagi kalangan masyarakat Jawa, cemilan jajan pasar sebagai makanan tradisional khas Solo menjadi salah satu sajian penyanding kultur budaya minum teh.

Bertepatan dengan penyelenggaraan Solo International Tea Festival (SITF), diadakan kompetisi pengolahan jajan pasar dengan memasukkan teh sebagai bahan tambahannya, pada Kamis (11/10) besok. Sebanyak 47 peserta dari berbagai daerah akan ambil bagian untuk bersaing menampilkan kreasi terbaik mereka dalam mengolah makanan tradisional khas Jawa tersebut.

Kompetisi yang baru pertama kali digelar di Indonesia tersebut diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang manfaat teh di luar fungsi utamanya sebagai minuman. “Disamping itu bisa meningkatkan kembali apresiasi masyarakat terhadap jajan pasar,” kata Ketua Penyelenggara, Arys Buntoro kepada wartawan, Rabu (10/10).

Sebagai informasi, dalam penyelenggaraan lomba tersebut akan menghadirkan 3 juri handal di bidangnya, termasuk ahli rempah-rempah dan peracik teh, Umar Syarif. Acara yang diselenggarakan di perusahaan teh Gunung Subur, Karanganyar tersebut juga memperebutkan trophy Walikota Solo. “Pemenang 1-3, hasilnya akan disajikan saat dinner bersama delegasi Solo International Tea Festival di Rumah Dinas Walikota Solo Loji Gandrung,” kata salah seorang jajaran Direksi PT Gunung Subur, Lily Gunawan.

Sebagai salah satu produsen teh di Indonesia, Lily berharap penyelenggaraan kegiatan tersebut bisa menyemarakkan acara SITF. “Satu hal yang patut diperhitungkan, selama ini, Indonesia masuk dalam 5 besar negara penghasil teh terbesar di dunia,” terangnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge