0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SDIT An Najah Salurkan 20 Tangki

Kekeringan, Sejumlah Masjid Dikirim Air Bersih

SDIT An Najah Jatinom, Klaten menyalurkan air bersih sebanyak 20 tangki ke Desa Temuireng dan Bandungan, Kecamatan Jatinom (dok.timlo.net/indratno eprilianto)

Klaten —  SDIT An Najah Jatinom, Klaten menyalurkan air bersih sebanyak 20 tangki ke Desa Temuireng dan Bandungan, Kecamatan Jatinom yang menjadi titik rawan krisis air bersih, Rabu (10/9).

Ketua Panitia, Tri Yanto, mengatakan kegiatan droping air SDIT An Najah Peduli ini merupakan lanjutan program bhakti sosial dari Rumah Sabililah. Dimana program sebelumnya berupa kegiatan Shalat Istisqo juga digelar santri SDIT An Najah, beberapa waktu lalu.

“Dalam droping air itu, kami menyalurkan 20 tangki berkapasitas 5.000 liter. Air bersih itu disalurkan masing-masing 14 tangki ke rumah warga di Desa Temuireng dan 6 tangki ke masjid-masjid di Desa Bandungan,” ujar Tri Yanto.

Tri Yanto menjelaskan, kegiatan droping air SDIT An Najah Peduli merupakan yang pertama kali dilakukan. Tujuannya untuk membantu saudara yang membutuhkan. Mengingat pada musim kemarau kemarin daerah itu menjadi titik rawan krisis air bersih.

“Program droping air bersih ini kami mengambil air dari tiga sumber, yakni Kayumas (Jatinom), Mundu (Tulung) dan Pluneng (Kebonarum). Total anggaran sekitar Rp1,5 juta dari Rumah Sabililah,” ujar Tri Yanto.

Camat Jartinom, Anang Widjatmoko, mengatakan di wilayahnya ada sekitar tujuh desa yang mengalami krisis air bersih. Di antaranya, Desa Bandungan, Kayumas, Temuireng, Socokangsi, Tibayan, Beteng dan Bengking.

“Kami menyambut baik droping air yang dilakukan oleh SDIT An Najah. Ini merupakan kegiatan mendidik yang harus diikuti seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge