0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Klenengan Selasa Legen Bersama Karawitan Langen Suka

Karawitan Langen Suka, Jebres tampil dalam Klenengan Selasa Legen (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Suara gendang ditabuh bertalu-talu diiringi dengan instrumen alat musik Jawa lainnya seperti kenong, saron, gender dan gong menciptakan alunan gendhing yang merdu sekaligus syahdu untuk didengarkan. Irama gending yang dihasilkan oleh kelompok Karawitan Langen Suka dari Kecamatan Jebres tersebut membawakan beberapa gendhing dalam penampilan mereka.

Tidak hanya warga sekitar Kecamatan Jebres saja yang memainkan alat musik karawitan mengiringi gendhing-gendhing yang dilantunkan, melainkan juga terlihat beberapa warga asing ikut serta memainkan alat musik tradisional Jawa tersebut dalam acara Klenengan Selasa Legen, di Balai Soedjatmoko, Solo, Senin (8/10).

Menurut pemimpin Karawitan Langen Suka, Sudarsono, kelompok karawitan tersebut telah ada sejak 12 tahun yang lalu. Berawal dari inisiatif beberapa orang di kampungnya, ia bersama-sama dengan warga sekitar mengundang teman serta kolega-koleganya untuk melestarikan kesenian jawa tersebut.

“Awalnya dari beberapa orang warga, namun semakin lama semakin banyak yang tertarik sehingga makin komplitlah alat musik karawitan yang dimainkan tiap personel,” ujarnya.

Lebih lanjut Sudarsono menjelaskan, latihan yang diadakan oleh kelompok karawitan ini tiap seminggu sekali dan jatuh tiap hari Senin malam di daerah Gambirsari, Solo utara. “Kami latihannya tiap Senin malam,” tuturnya.

Keunikan dari kelompok ini terlihat tatkala beberapa orang asing ikut serta memainkan alat musik tradisional jawa tersebut. Tidak terlihat canggung, mereka malah justru menikmati dalam memainkan setiap irama-irama gending yang terlantun. “Kebanyakan orang-orang asing tersebut merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari ISI Surakarta yang mendalami bidang kesenian karawitan,” ungkap Sudarsono.

Dalam mengajar mereka, lanjut dia, dirinya tidak merasa kesulitan, sebab orang asing tersebut telah mendapatkan dasar dari kesenian karawitan. Namun, kesenian katawitan tidak hanya sebatas permainan nada Pelog semata. Disamping harus menguasai juga harus bisa merasakan greget tiap nada yang dihasilkan sang pemain karawitan. “Terkadang mereka masih susah dalam merasakan greget yang dihasilkan tiap nada yang dihasilkan,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge