0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Boyolali Rawan Angin Kencang dan Tanah Longsor

Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau mewaspadai bencana tanah longsor (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Memasuki musim penghujan atau pancaroba, masyarakat diminta untuk waspada akan bahaya angin kencang dan tanah longsor. Kedua bencana alam tersebut paling sering terjadi di wilayah Boyolali saat perubahan musim. Untuk angin kencang, daerah rawan di Boyolali utara sedangkan tanah longsor lebih banyak di wilayah pegunungan Merapi-Merbabu.

Wilayah-wilayah rawan bencana alam angin kencang seperti di Wonosegoro, Juwangi,Kemusu dan Karanggede, sebagian Ampel dan Teras. Hanya saja, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Hasanudin, angin ribut kadangkala juga terjadi di wilayah berbeda. Sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap waspada.

Seperti di Tanjungsari Banyudono, yang diterjang hujan dan angin kencang hingga merobohkan kandang ayam, pepohonan dan genting beterbangan tidak masuk dalam daerah rawan angin ribut. Namun kenyataanya, kemarin sore, Senin (8/10) pukul 15.45 WIB, terkena bencana angin lisus. Puluhan rumah mengalami rusak ringan, dua rusak berat tertimpa pohon akibat lesus.

“Maka itu, kita menghimbau semua warga untuk tetap waspada,karena angin kencang bisa saja melanda daerah yang tidak masuk dalam zona bahaya angin kencang,” ujar Hasanudin, Selasa (9/10).

Sementara untuk daerah longsor, paling rawan longsor di wilayah pegunungan Merapi-Merbabu. Longsor biasanya terjadi di jalur Solo Selo Borobudur atau SSB. Kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi tanah yang gembur dan rawan longsor.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge