0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gelapkan Motor Teman, Sopir Angkot Ditahan

Tersangka penggelapan motor diamankan di Kantor Polisi (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Ayah 3 anak yang setiap harinya bekerja sebagai sopir Angkot di Solo nekat melakukan penggelapan sepeda motor Yamaha Vega Nopol AD 6872 QA milik temannya sendiri, yakni Eko Purwanto (31), warga Rejosari RT 05/RW 15, Ngemplak, Gilingan, Banjarsari, Surakarta. Hal ini dilakukan tersangka lantaran terlilit kebutuhan ekonomi dan kebutuhan istrinya yang tengah hamil anak ke empatnya.

Restu Agung Nugroho alias Agung (35), nama tersangka penggelapan motor tersebut, warga Perumahan Mawar Rejo, Gondang Rejo, Karanganyar, Selasa (9/10) terpaksa harus mendekam di tahanan Mapolsek Banjarsari. Penangkapan tersangka dilakukan aparat, Senin (8/10) lalu.

Penangkapan itu dilakukan lantaran sebelumnya korban pada Senin (17/9) bulan lalu melaporkan sepeda motor miliknya telah dibawa tersangka dengan berdalih untuk memberi kabar juragan angkotnya yang bernama Heri warga Jebres, kalau Angkot yang ia sopiri itu mengalami kerusakan dan di benahi di bengkel milik korban.

Karena curiga, tak kunjung dikembalikan selama kurang lebih satu hari, akhirnya korban melaporkan tersangka dengan tuduhan melakukan tindakan penggelapan ke Polsek setempat. Jelang beberapa Minggu, akhirnya tersangka ditangkap di Jalan Bratang, Pajang, Laweyan. Pada saat itu tersangka diketahui memperbaiki sepeda motornya yang saat itu macet.

“Tersangka kami tangkap langsung bersama barang bukti yang sebelumnya dibawanya dan kemudian tersangka kami amankan di Mapolsek Banjarsari untuk melakukan proses hukum,” terang Kanit Reskrim Polsek Banjarsari AKP Edy Hartono mewakili Kapolsek Kompol Andhika Bayu Adhitama.

Atas kejadian tersebut, lanjut AKP Edy Hartono, korban mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta. Barang bukti satu buah sepeda motor Yamaha Vega milik korban sudah kami amankan. “Tersangka diancam dengan pasal 372 KUHP tentang tindak penggelapan dengan ancaman maksimal kurungan penjara selama 4 tahun,” jelasnya.

Kepada wartawan, tersangka yang tubuhnya penuh tato ini mengaku dirinya nekad melakukan tindakan tindakan tersebut, lantaran terlilit hutang dan kebutuhan ekonomi, karena diketahui istrinya sedang hamil muda dan pengahasilan dirinya sebagai sopir Angkot belum mencukupi kebutuhan hidupnya bersama keluarga.

“Ya mau kerja apa lagi Mas, mobil Angkot rusak, kebutuhan keluarga mendesak,” ujar pria yang sudah lima kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge