0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Juwiring Gencarkan Gropyokan Tikus

Gropyokan tikus (Dok.Timlo.net/Indatno Eprilianto)

Klaten – Petani di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten terus menggencarkan gropyokan tikus. Upaya itu menyusul serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) jenis tikus di lahan seluas lima hektare di wilayah itu.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Guyup Rukun, Desa Jetis, Mulyoto, mengatakan gropyokan tikus dilakukan secara bersama-sama oleh dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Sadar dan Kelompok Tani Kismo Budoyo secara berturut-turut, Senin-Selasa (8-9/10).

Gropyokan dua hari ini dilakukan di lahan dua hektare. Upaya ini dilakukan guna menekan perkembangbiakan hama tikus yang sejak sebulan terakhir mulai menyerang tanaman padi milik petani,” ujar Mulyoto yang juga sebagai Kaur Keuangan Desa Jetis saat ditemui di kantornya, Selasa (9/10).

Ketua Kelompok Tani Kismo Budoyo, Desa Jetis, Sugeng Ruwihadi, menambahakan gropyokan tikus dilakukan petani dengan cara manual. Yakni menggunakan pentungan, jaring dan cangkul.

“Hasilnya lumayan, setiap kali gropyokan bisa membunuh 25 ekor tikus dewasa dan puluhan anakan,” ujar Sugeng yang juga sebagai kaur pembangunan Desa Jatis.

Sugeng menjelaskan, hama tikus telah menyerang tanaman padi milik petani di lahan seluas lima hektare sejak sebulan terakhir. Hama tikus menyerang pada tanaman padi usia 30 sampai 50 hari.

“Rata-rata hama tikus menyerang pada tanaman padi varietas Situ Bagendit,” ujar Sugeng.

Sugeng mengatakan, kegiatan gropyokan akan terus dilakukan guna menekan serangan tikus agar tidak meluas. Selain cara manual, gropyokan juga akan menggunakan obat tikus jenis Alpostran bantuan dari Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten.

“Kami dapat bantuan dua kardus Alpostran yang berisi 200 butir. Penggunaan Alpostran ini yaitu dengan cara memasukkannnya ke dalam lubang tikus menggunakan alat yang kemudian disulut api. Asap yang keluar akan membunuh tikus yang masih berada di lubang. Hanya saja kami lebih puas dengan cara manual karena tikus langsung bisa terlihat,”  imbuh Sugeng.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge