0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rekam Data E-KTP, Petugas Datangi Rumah Lansia

Petugas operator melakukan rekam data e-KTP (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Rekam data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) Kabupaten Sragen khusus untuk lanjut usia (Lansia) telah dimulai sejak Senin (8/10) kemarin. Lain dari biasanya, dalam rekam data ini para operator alat rekam data e-KTP akan mendatangi tempat-tempat yang dekat dengan warga. Perekaman dapat dilakukan di rumah ketua RT atau warga lain yang mempunyai listrik dengan daya 900 VA.

Sekretaris Kecamatan Sragen, Suharyanto, mengatakan, di Kecamatan Sragen masih terdapat 562 lansia atau jompo yang belum melakukan perekaman e-KTP yang tersebar di 6 kelurahan dan 2 desa. Supaya perekaman dapat dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen, pihaknya harus melakukan jemput bola dengan cara mendatangi lokasi terdekat dengan para lansia tersebut.

Setiap hari petugas operator kecamatan harus keliling dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya dengan membawa peralatan seperti monitor, sidik jari, kamera dan UPS client. Sedangkan untuk server tetap ditempatkan di kecamatan. Jadi petugas operator hanya melakukan perekaman foto dan pengambilan sidik jari, kemudian pengolahan baru dilakukan di kecamatan.

“Mereka kita datangi ke lokasi terdekat dan kita kumpulkan para Lansia tersebut. Yang penting tempat tersebut mempunyai listrik 900 VA. Kalau terpaksa para Lansia itu karena kondisinya yang jompo tidak bisa hadir, ya kita datang langsung ke rumahnya,” kata Suharyanto kepada Timlo.net, Selasa (9/10).

Setidaknya ada 562 lansia di 6 kelurahan (Sragen Tengah, Sragen Wetan, Sragen Kulon, Sine, Karangtengah, Nglorog) dan 2 desa (Kedungpit dan Tangkil) yang harus dilakukan rekam data hingga pertengahan Oktober. Jumlah tersebut menurut Suharyanto mungkin bertambah lagi, karena masih ada sebagian warga Sragen yang belum melakukan rekam data. Setiap kelurahan/desa mendapat jatah 2 hari untuk melakukan perekaman.

“Mungkin jumlah itu akan bertambah karena ada beberapa warga yang baru pulang dari rantau dan pencari KTP pemula juga kita layani untuk rekam data,” jelasnya.

Sebelumnya Sekretaris Dispendukcapil Sragen, Wahyu L wiyanto, mengatakan masing-masing kecamatan harus menyesuaikan jadual dengan desa atau kelurahan mengenai waktu kapan akan dilakukan perekaman. Dalam proses perekaman tersebut  hanya satu operator alat rekam data yang mendatangi lokasi, sedangkan operator lainnya tetap berada di kantor kecamatan untuk melayani warga yang belum rekam data e-KTP.

Rekam data e-KTP khusus untuk lansia dan warga lainnya, diharapkan selesai sebelum tanggal 15 Oktober mendatang, yang merupakan batas akhir dari rekam data e-KTP.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge