0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pria Asal Florida Tewas Usai Lomba Makan Kecoa dan Cacing

Cacing Fosfor seperti ini mengalami peningkatan permintaan memasuki datangnya musim kemarau seperti pada bulan Juni ini (dok.timlo.net/aris arianto)

Timlo.net — Bermaksud hati ingin membawa pulang seekor ular piton seharga $850 (Rp 8,1 juta), seorang pria asal Florida, Amerika Serikat berusia 32 tahun justru meninggal usai memenangkan lomba makan kecoa dan cacing, Jumat (5/10) malam.

Lomba ini, “Midnight Madness” diadakan oleh sebuah toko reptil Ben Siegel Reptiles di Deerfield Beach, Florida dan diikuti oleh 20 hingga 30 kontestan. Tujuan para peserta cuma satu: maka kecoa dan cacing sebanyak mungkin untuk membawa pulang hadiah yaitu seekor ular piton seharga $850 (Rp8,1 juta).

Edward Archbold, nama pria tersebut, mulai merasa sakit dan muntah-muntah setelah lomba selesai. Seorang temannya menelepon bantuan medis. Tapi  Edward pingsan dan mati setelah beberapa menit keluar dari toko.

Toko tersebut tidak menjelaskan berapa banyak cacing dan kecoa yang dimakan pria ini,  tapi sang pemilik mengatakan bahwa Edward adalah “penghidup suasana” lomba tersebut. “Dia benar-benar membuat kami senang,” kata Ben Siegel, sang pemilik kepada CNN, Senin (8/10).

Broward Medical Examiner’s Office mengadakan sebuah otopsi dan sedang menunggu hasil tes untuk menentukan penyebab kematian pria ini. Tapi sheriff kota tersebut mengatakan bahwa tidak ada peserta lain yang merasa sakit.

Menurut penjelasan New York City Department of Health and Mental Hygiene, di alam liar, kecoa dikenal sebagai penyapu yang turut memakan berbagai bakteri seperti salmonella saat mereka memakan remahan makanan.

Walaupun kecoa sendiri tidak menularkan penyakit, tapi banyak organisme penyebab penyakit bisa tubuh dan berkembang dari tubuh dan kotoran hewan ini.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge