0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perburuan Bajing di Wonogiri Semakin Marak

Bajing hasil buruan petani Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Terhitung sudah satu bulan belakangan ini, perburuan hewan pengerat jenis bajing alias tupai marak di beberapa wilayah Wonogiri. Hal ini dilakukan untuk mengurangi populasi binatang yang dianggap hama bagi kalangan petani dan pekebun.

Perburuan bajing merebak di daerah yang berada di bagian lereng perbukitan. Seperti Kecamatan Selogiri, Wuryantoro, Pracimantoro, Baturetno, Batuwarno hingga Jatisrono. Hewan yang masih satu keluarga dengan kelinci dan tikus ini diburu menggunakan senapan angin.

“Bajing itu sangat mengganggu Mas, selain merusak buah kelapa juga membuat tanaman jagung kami dimakan, makanya kami tembaki sebagian,” terang Wiyono, warga Wonokerto Wonogiri di perbatasan Kecamatan Kota dengan Selogiri, Selasa (9/10).

Di Jatisrono dan Batuwarno, bajing malah memakan biji mete. Hingga mengancam panenan salah satu komoditi unggulan Kota Sukses itu.

“Yang dimakan kacang metenya Mas, bukan buahnya, kalau buahnya sih nggak masalah. Ini kalau dibiarkan bisa rusak panenan mete kami,” papar Sagiyo, pekebun mete di Tanggulangin, Jatisrono.

Keduanya menampik anggapan perburuan bajing menjadikan ekosistem terganggu. Malah apa yang mereka lakukan merupakan upaya menyeimbangkan populasi bajing.

“Jumlahnya banyak Mas, jadi tidak mungkin akan punah, kita berburu tidak setiap hari, hasilnya pun paling hanya 4 atau 5 ekor buat dimakan bareng teman-teman,” tambah Wiyono.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge