0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lapuk Dimakan Usia, Rumah Mbah Poni Rata Dengan Tanah

Poni Gedang (duduk kiri) dengan latar belakang para warga dan Tagana Dinas Sosial Sragen bekerja bakti menyingkirkan bekas puing-puing rumahnya yang rubuh, Senin (8/10) sore. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Rumah seorang janda, Poni Gedang (65), warga Pecing RT 02/ RW 14, Sragen Tengah, rata dengan tanah akibat dimakan usia. Rumah tersebut roboh ketika Poni bersama anak perempuannya Sutari (22) sedang tidur pulas di dalam rumah, Senin (8/10) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Tak pelak ibu dan anak tersebut terkubur hidup-hidup di antara reruntuhan kayu, atap rumah dan genting yang roboh secara tiba-tiba. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Poni dan anaknya berhasil diselamatkan oleh tetangga korban yang kemudian langsung mendatangi tempat kejadian begitu ada suara gemuruh. Mereka berhasil di keluarkan dari dalam rumah melalui sela-sela reruntuhan dan ditarik ke luar dari dalam rumah. Dari pantauan timlo.net di lokasi pada Senin (8/10) sore. Tim Taruna Tanggap Bencana (Tagana)  dari Dinas Sosial (Dinsos) Sragen baru datang ke lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka membawa peralatan dapur, 2 buah tikar, selimut, beras dan peralatan lainnya.

Dengan dibantu warga sekitar mereka melakukan gotong royong mengangkat genting dan papan kayu rumah korban. Sementara itu, Poni hanya duduk termenung tidak dan hanya bisa melihat rumahnya yang sekarang telah hancur berantakan rata dengan tanah. Kepada media, Ponio menuturkan, saat kejadian dia bersama Sutari, anaknya, sedang tidur di dalam rumah. Poni tidur di kamar depan, sementara anaknya tidur di kamar tengah.

Poni mengaku persisnya dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Yang dia ingat tiba-tiba saja keadaan sekitarnya gelap. Dia mendengar ada suara minta tolong dari anaknya yang tidur di ruang sebelah. “Saya tidak tahu, tiba-tiba ada suara bruk! Dan semua jadi gelap. Saya dengar anak saya minta tolong, mak.. aku ora iso opo-opo mak.. (Mak Saya tidak bisa apa-apa mak),” kata Poni menirukan anaknya yang minta tolong.

Sementara itu Ketua RT02, Pecing, Supono mengatakan, rubuhnya rumah mantan pedagang pisang tersebut akibat sudah tua dan banyak kayu yang sudah lapuk. Menurut Supono, sementara ini dia bersama warga lainya akan mengungsikan Poni Gedang ke rumah  tetangganya terdekat sampai ada perbaikan.

“Kita bersama warga akan melakukan kerja bakti untuk membantu mbah Poni, sementara ini nanti dia akan kita tempatkan ke rumah warga terlebih dahulu,” katanmya.

Supono menjelaskan, sebetulnya rumah Poni tersebut sudah diajukan untuk diadakan program bedah rumah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tahun 2012 ini dengan nilai Rp 4.500.000. Namun belum sampai rumah tersebut diperbaiki sudah terburu rubuh terlebih dahulu.

“Kita sudah ajukan untuk ke Kemenpera untuk bedah rumah pada tahun 2012 ini. Nilainya Rp 4,5 juta. Tapi ini belum sampai dilakukan bedah rumah sudah ambruk duluan,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge