0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Derras Segel Kantor Kejari Sragen

Dalam aksinya di Kejari Sragen, Senin (8/10) siang, LSM Derras melakukan penyegelan Kantor Kejari. Pengamanan yang aparat Polres Sragen, tidak mampu untuk mencegah aksi penyegelan tersebut. (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Dewan Reformasi Rakyat Sragen (Derras) akhirnya melakukan penyegelan terhadap Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Senin (8/10) siang. Penyegelan tersebut dilakukan setelah ditunggu lama tidak ada kejelasan tentang perkembangan kasus dugaan penyimpangan Proyek Percepatan Insfrastruktur Daerah (PPID) senilai Rp 13,5 miliar.

Dalam orasinya di halaman Kejari, Ketua Derras, Sunarto menyatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus PPID yang hingga hampir satu tahun belum ada penyelesaian dan Kejari belum menetapkan nama-nama tersangkanya. Menurutnya, telah terjadi manipulasi informasi yang dilakukan pihak Kejari Sragen terkait kasus PPID tersebut. Kejari sudah berulang kali mengatakan, bahwa kelanjutan dari kasus PPID itu akan menunggu petunjuk dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

“Tetapi setelah kita cek ke Kejati, kita lakukan audiensi ke sana, Kabag Humas Kejati, Eko Suwarni, mengatakan, bahwa penyelesain kasus ini adalah wewenang dari Kejari Sragen. Kewenangan sepenuhnya ada di Kejari sini, sesuai dengan tempat kejadian perkara. Saya masih punya bukti SMS dari Ibu Eko Suwarni,” kata Sunarto.

Seperti biasanya kedangan LSM Derras tersebut adalah untuk menemui Kajari Sragen, Gatot Gunarto. Tetapi Gatot pada hari itu lagi-lagi tidak berada di tempat. Mereka akhirnya ditemui oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Heru Mayawan dan Kasi Intel, Ari Bintang. Kepada puluhan anggota Derras, Heru Mayawan mengatakan, bahwa dia diperintahkan Kajari, Gatot Gunarto untuk mewakilinya menemui LSM Derras.

Mengenai perkembangan PPID sendiri, kata Heru, dalam minggu ini pihaknya akan ke Semarang untuk menemui BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),  untuk melakukan penghitungan mengenai besarnya kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus PPID tersebut.

“Mengenai ada indikasi unsur  perbuatan melawan hukum PPID tahun 2011, setelah kita naikkan ke tahap penyidikan perlu kita perdalam lagi untuk menghitung kerugian negara. Sedangkan BPKP sendiri nanti juga akan meminta bantuan dari ahli tekhnik, baru kemudian BPKP bisa menghitung kerugiannya, jelas Heru.

Tetapi rupanya penjelasan yang disampaikan Heru tidak memuaskan dari puluhan aktivis Derras yang mulai emosi. Akhirnya mereka melakukan penyegelan Kantor Kejari dan menutupnya dari luar. Pagar betis yang dilakukan oleh belasan personil Polres Sragen nampaknya tidak mampu untuk menahan keinginan dari massa Deras yang jumlahnya lebih banyak. Kendati demikian tidak ada tindakan anarkis yang dilakukan oleh para aktivis Derras tersebut.

Sekrtearis Derras, Budi Setyo, mengatakan pihanknya terpaksa melakukan penyegelan karena kinerja Kejari Sragen tidak memuaskan. “Dengan kinerja seperti ini kami terpaksa menyegel kantor Kejari untuk sementara waktu, sampai ada tindakan penyidikan yang lebih jelas tentang kasus PPID ini,” kata Budi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge