0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UKM Batik Siap Rintis Asosiasi

BUSANA BATIK-Pengunjung tengah memilih aneka busana batik yang ditawarkan salah satu outlet di kawasan Kampoeng Batik Laweyan (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di sektor kerajinan batik siap merintis asosiasi. Selain guna memperluas jaringan, melalui upaya itu pula diharapkan bisa meningkatkan posisi tawar pada pemerintah terkait posisi pasar dan pelestarian batik.

Seperti diutarakan Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono, rencananya kalangan pelaku UKM batik akan membentuk asosiasi perkampungan batik Indonesia. “Supaya kami punya bargaining (penawaran –Red) dengan pemerintah bahwa ternyata batik itu sudah berkembang di mana-mana dan membentuk suatu kawasan-kawasan,” ujarnya, baru-baru ini.

Di sisi lain, melalui pembentukan asosiasi ini pula diharapkan bisa memfasilitasi pemasaran pelaku usaha kecil. Dengan begitu mampu mengerek pertumbuhan UKM Tanah Air, khususnya industri batik.

“Kemarin itu sebetulnya asosiasi ini mau saya deklarasikan di Jakarta, tapi memang belum. Sementara ini yang sudah kami rintis yaitu kerjasama dengan kawasan batik di Jakarta, Balerante, Bojonegoro, Mojokerto, Sidoarjo, Madura, termasuk Pekalongan dan itu kami terus berkomunikasi,” beber Alpha.

Lebih jauh, pihaknya berharap melalui pembentukan asosiasi selain mampu memperkuat posisi batik di pasar domestik, juga untuk mempertahankan eksistensi batik sebagai aset peninggalan budaya. Termasuk untuk menunjukkan kepada pemerintah bahwa batik merupakan salah satu basis pendukung ekonomi rakyat.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge