0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada RSUD, Harga Tanah Ngipang Melambung

RSUD Solo di Ngipang, Kadipiro, Banjarsari (dok.timlo.net/)

Solo — Hadirnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo di Ngipang, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari memberi berkah tersendiri bagi pemilik tanah di sekitar RSUD. Pasalnya, sejak hadirnya RSUD, harga tanah disekitarnya naik 3x lipat.

Salah satu warga Ngipang, RT 007/RW 028, Suryo, mengatakankenaikan harga tanah ini terjadi sejak tiga tahun belakangan. “Ya, sejak pembangunan RSUD itu tanah di Ngipang mulai melambung,” jelasnya saat ditemui di rumahnya, Senin (8/10).

Dikatakan, harga tanah di wilayah tersebut bisa menembus harga hingga Rp1 juta-Rp1,5 juta per meter persegi. Bahkan, lanjutnya, di salah satu bidang tanah yang bersebelahan dengan RSUD harga tanahnya mencapai Rp2 juta/m2. “Saya dengar seperti itu. Tanahnya berada di samping RSUD,” ungkapnya.

Perihal kenaikan tanah itu, hal yang sama diungkapkan warga lainnya, Mulyani. Diterangkannya, terdapat tanah yang sempat ditawar oleh salah satu investor guna disewa dijadikan pusat perbelanjaan. “Ada yang mau menyewa tanah di dekat RSUD selama 20 puluh tahun untuk dibuat pusat perbelanjaan.Tetapi sepertinya yang memiliki tanah tidak mau.” katanya.

Mulyani pun mengakui melambungnya harga tanah di wilayah tersebut terjadi sejak RSUD dibangun. “Sekitar dua tahun lalu saudara saya yang rumahnya juga berada di wilayah sini dijual seharga Rp30 juta untuk tanah seluas 90 m2. Namun, belum lama ini di salah bidang tanah yang tidak jauh dari sini dibeli dengan harga sekitar Rp48 juta untuk 40 m2 lahan,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Sekretaris Kelurahan Kadipiro Cahyo Pamuji membenarkan melambungnya harga tanah di wilayah Ngipang.  “Ya itu hal yang biasa. Harganya memang melambung sejak ada pembangunan RSUD. Ya sekarang antara Rp1 juta-Rp1,5 juta. Mulai melambung dua hingga tiga tahun ini,” katanya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge