0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Topeng Ireng Merapi Beraksi di Keraton

Tari Topeng Ireng dari Cepogo, Boyolali saat memeriahakn acara Gelar Kesenianan Tradisional di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Suara gemerincing berkepanjangan berpadu dengan pekikan penari serta musik Jawa tradisional seperti Kendang, Bende, Suling dan Rebana membahana di Sasana Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (7/10). Puluhan penari yang tergabung dalam Sanggar Seni Topeng Ireng Krido Muda menunjukkan kelihaian mereka dalam tarian atraktif, dinamis dan terlihat mistis. Ya, mereka menyebut tarian tersebut dengan tarian Topeng Ireng.

Para penari yang menegnakan pakaian layaknya orang Dayak tersebut, berhasil mencuri perhatian ratusan penonton yang telah memadati sasana pagelaran sejak pagi. Sering kali diperlihatkan akrobat yang mengundang decak kagum penonton.

Menurut Ketua Sanggar Krido Muda, Sukardi, etimologi dari nama Topeng Ireng sendiri merupakan Toto Lempeng Irama Kenceng, yang artinya dengan perpaduan antara gerakan yang harmonis dan suara iringan musik yang keras. Kesenian ini dulunya merupakan syiar Agama Islam yang berisi tentang petuah dan nasehat tentang hidup. “Isi dari tarian ini tentang petuah dan nasehat dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Tari Topeng Ireng biasanya dipentaskan saat ada even-even tertentu di daerah, seperti Bersih Desa dan penyambutan tamu penting. Tarian yang dikembangkan Sanggar Seni Topeng Ireng Krido Muda dari daerah lereng Gunung Merapi, Cepogo, Boyolali tersebut sekarang memiliki anggota hamper 50 orang lebih. Terdiri dari para pemuda dan pemudi di daerah tersebut. “Tarian ini biasanya dipentaskan di acara-acara tertentu dan anggota kami mencapai 50 orang lebih,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge