0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tunggu Honor, Operator E-KTP Terpaksa Ngutang

Proses rekam data e-KTP (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Sejumlah operator dan tenaga administrasi yang bertugas merekam data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten terpasa meminjam uang dari kecamatan sebagai ganti honor mereka selama bertugas. Mereka terpaksa ngutang untuk mencukupi kebutuhan operasional.

“Kami terpaksa ngutang ke kecamatan karena belum ada kejelasan kapan cairnya honor yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Padahal kami sudah enam bulan bekerja,” ujar salah satu operator e-KTP Kecamatan Polanharjo, Ahmad Rohib saat ditemui akhir pekan lalu.

Rohib menjelasan, ada sebanyak tujuh petugas di Kecamatan Polanharjo yang bertugas merekam data e-KTP. Selain operator ada juga tenaga administrasi. Hanya saja untuk biaya operasionalnya meminjam dari kecamatan.

“Kerja kami sering lembur mengingat rekam data harus segera diselesaikan. Beruntung kecamatan mau meminjami uang sebagai ganti honor operasional petugas. Mengenai nilai pinjaman beragam. Kami akan mengembalikannya disaat honor dari pemkab cair,” ujar Rohib yang diamini teman sesama operator.

Terpisah, Kepala Dinas Kependuduan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klaten, Joko Wiyono, mengatakan Pemkab Klaten sudah mengalokasikan anggaran operasional untuk operator dan tenaga administrasi di 26 kecamatan sebesar Rp 900 juta dalam APBD Perubahan 2012.

“Kami minta semua petugas bersabar dan memaklumi, karena Oktober ini dana baru bisa dicairkan. Nantinya masing-masing petugas akan mendapatkan honor berbeda. Untuk operator honornya Rp 500 ribu per bulan, sedangkan tenaga administrasi mendapatkan Rp 350 ribu per bulan,” jelas Joko.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge