0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Gas Buang Pesawat Mengadu Ke DPRD

Warga Donohudan mengadu ke Dewan terkait gas buang pesawat, Sabtu (6/10). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Puluhan korban gas buang pesawat, warga Donohudan, Ngemplak, Boyolali, mendatangi Kntor DPRD setempat. Kedatangan mereka untuk mengadukan konflik dengan PT Angkasa Pura. Dimana selama ini, warga yang menjadi korban gas buang pesawat dan mengakibatkan kerusakan rumah sama sekali tidak mendapat respon pihak Angkasa Pura.

Warga Donohudan tersebut ditemui langsung Ketua DPRD Boyolali, Slamet Paryanto, di ruang lobi, Sabtu (6/10). Dalam kesempatan tersebut, warga mengadukan permasalahan mereka dan berharap lembaga DPRD untuk menjembatani pertemuan dengan pihak Angkasa Pura. Terutama berkaitan dengan ganti rugi kerusakan akibat gas buang pesawat.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Slamet Paryanto, mengatakan pihaknya akan menjembatani pertemuan tersebut. Hanya saja, yang terpenting saat ini tidak hanya persoalan ganti rugi kerusakan namun dampak kedepan dari gas buang pesawat terhadap masyarakat yang tinggal disekitar landasan pesawat.

“Yang terpenting itu, bagaimana mencari solusi untuk dampak kedepanya,ini penting, karena menyangkut kehidupan warga sekitar bandara, agar mereka tidak resah lagi,” tandas Paryanto.

Untuk itu, DPRD akan mempertemukan warga dan Angkasa Pura pada Senin besok. Pihaknya akan menjadi jembatan bagi warga untuk mengkomunikasikan hal itu dengan Angkasa Pura.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat gas buang pesawat. Hal itu terjadi saat pesawat landing di Bandara Adi Sumarmo, rumah yang terkena gas buang pesawat gentingnya rontok. Selama ini belum ada ganti rugi yang layak dari Angkasa Pura.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge