0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rame-rame Membatik di Kain Sepanjang 20 Meter

Mbatik rame rame di CFD, Minggu (7/10). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Ratusan pengunjung Solo Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi, Minggu (7/10) menggunakan canting dan membatik bersama-sama. Dengan mengambil tempat di Plasa Sriwedari, pengunjung CFD yang sebagian besar tidak memiliki pengalaman membatik difasilitasi oleh Komunitas Canting Kakung dalam mengenal lebih jauh kepada masyarakat Solo tentang cara-cara membatik gaya bebas dengan baik dan menghasilkan karya batik yang indah.

Dengan menggunakan media kain sepanjang 20 meter,  pengunjung CFD mempraktekkan apa yang sudah diajarkan tersebut. Hasilnya banyak diantara mereka yang masih kesulitan dalam membatik, salah satunya Firda Airun Nisa, warga Penumping, Laweyan. “Ternyata sulit juga. Ada aturan-aturan dan teori khusus yang harus diikuti. Sekarang saya baru sadar kenapa harga batik bisa mahal,” ujar Firda, di sela-sela kegiatannnya membatik.

Sementara itu, Penggagas aksi ‘Nyanting Masal’, Saud Efendi mengatakan digelarnya acara tersebut untuk lebih mengenalkan batik gaya bebas atau yang biasa dikenal dengan batik kontemporer kepada masyarakat luas. Disamping mengajarkan cara membatik yang baik dan benar kepada masyarakat Kota Solo.

“Acara ini kami adakan untuk lebih mengenalkan batik kepada masyarakat Kota Solo,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskannya, karya batik yang salah satunya batik gaya bebas ini agak mengalami kemerosotan. Batik ini dulunya sempat diminati pada tahun ’80. Namun meredup lagi dengan persaingan dengan motif lainnya seperti motif tradisional. Untuk motif batik gaya bebas ini cenderung menerapkan motif-motif warna yang banyak disukai anak muda seperti merah, hijau dan warna-warna cerah lainnya. Sehingga tidak terkesan cuma dipakai saat acara formal semata.

“Motif batik gaya bebas ini banyak disukai anak muda, sebab tidak terkesan formal,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge