0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musik Lesung Usung Lesung Jumengglung

Lesung dari Karanganyar (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Suara lesung yang dimainkan oleh empat orang perempuan diiringi dengan beberapa alat musik tradisional mengalun serempak menandai dibukanya Gelar Kesenian Rakyat hari ke-2, di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewo Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (6/10).

Lantunan gending Jawa seperti Ilir-ilir dan Lesung Jumengglung dibawakan dengan apik dan serempak. Musik lesung yang biasa dimainkan pada saat musim panen tersebut menandakan kesukacitaan para petani dalam menyambut panen raya. Disamping itu juga menandakan kebersamaan dan ciri gotong royong yang dimiliki leluhur bangsa indonesia sejak dulu kala.

Seperti yang dijelaskan KMT Emi Wisbhowati, Ketua Pakasa Karanganyar, kesenian musik lesung saat ini sudah sangat jarang dimainkan. Tidak seperti dulu, disaat panen tiba para petani selalu memainkan musik lesung ini. “Biasanya musik ini dimainkan tiap musim panen tiba,” ujarnya ditemui seusai pementasan.

Keberadaan musik lesung saat ini, lanjut Emi, perlu mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah. Hal itu dikarenakan musik lesing merupakan warisan leluhur yang perlu dilestarikan. “Apabila kita hanya berdian diri kemungkinan musik lesing ini tidak akan dikenal lagi oleh anak cucu kita,” pungkasnya.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge