0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ambles, Jembatan Desa Glagah Nyaris Putus

Jembatan di Desa Glagah, Jatinom, Klaten terancam putus (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten — Jembatan penghubung antarara Dukuh Karangturi dengan Dukuh Karangasem, Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten ambles sepekan lalu. Amblesnya jembatan itu lantaran tak kuat menahan beban saat dilalui truk pasir.

“Jembatan yang memilii panjang 8 meter dengan lebar 3 meter diatas sungai Karangturi itu merupakan akses utama warga. Namun semenjak dilalui truk pasir sepekan lalu kini kondisinya malah ambles dan nyaris roboh,” ujar Warjiyanto (37), warga Dukuh Karangturi, Desa Glagah, Minggu (7/10).

Warjiyanto mengatakan, semenjak melengkungnya jembatan itu kini warga terpaksa menutup total lalu lintas dan mengalihan ke jalur lain. Penutupan dilakukan mengingat kondisi jembatan sudah memprihatinkan.

“Pada sisi tengah jembatan sudah melengkung dan retak-retak. Kami khawatir jika tidak ditutup maka jembatan akan roboh. Penutupan dengan memagari jalan masuk jembatan menggunakan bambu,” jelas Warjiyanto.

Kepala Desa Glagah, Handoyo, mengatakan jembatan tersebut merupakan peninggalan jaman Belanda. Namun berhubung sudah tua maka pernah dilakukan rehab sekitar empat tahun silam dengan dana swadaya murni masyarakat.

“Kontruksi jembatan itu juga sangat sederhana mengingat hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan mobil biasa. Tentunya jika dilewati truk maka jembatan tidak kuat,” kata Handoyo.

Handoyo mengatakan, dengan kondisi jembatan yang saat ini ambles tentunya akses lalu lintas warga menjadi terganggu. Warga harus memutar lebih jauh jika hendak menuju ke desa-desa tetangga.

“Kami sudah mengajukan dana perbaikan ke Dinas Peerjaan Umum (DPU) Klaten. Paling tidak membutuhkan biaya sekitar Rp60 juta untuk merehab total jembatan tersebut. Sedangkan jika mengandalkan pendapatan desa tidak mencukupi,” ujar Handoyo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge