0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tantangan Aparat Keamanan Semakin Sulit

Solo — Tantangan aparat keamanan semakin sulit. Ancaman yang mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin beragam. Baik internal maupun eksternal. TNI sebagai garda terdepan dan benteng belakang Indonesia dituntut untuk menyikapi hal tersebut.

Dilandasi profesionalisme dan semangat juang, diharapkan prajurit TNI dapat mengatasi problem global kedepan. Landasan juang ini, sesuai tertuang dalam tema HUT TNI ke-67 berbunyi, Dilandasi profesionalisme, semangat juang dan solidaritas, TNI bersama segenap komponen bangsa siap menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

“Keterpaduan TNI dan komponen bangsa, peningkatan profesionalisme kunci kekuatan strategis menyelesaikan tugas yang diberikan negara,” ungkap Dandepohar 50 Kolonel Lek Toto Miarto selaku Inspektur Upacara HUT TNI ke-67 di Kota Solo, yang dipusatkan di Lapangan Makorem Warastratama 074, Jumat (5/10).

Toto mengemukakan, ke depan ancaman negara lebih kompleks. Baik dari dalam maupun luar. Ancaman bersifat faktual ini seperti, keamanan Selat Malaka, terorisme, separatisme, pelanggaran wilayah, perbatasan dan pulau kecil terdepan, bencana alam, kegiatan illegal, konflik horizontal dan kelangkaan energi.

“Guna mewujudkan postur TNI yang berjati diri, tentara dituntut solid, modern, berwawasan luas, professional serta mencintai dan dicintai rakyat,” kata Toto.

Dalam amanatnya, Toto juga menyampaikan, sedikit demi sedikit agenda ke depan TNI pasca reformasi sudah diimplementasikan. Seperti, Netralitas dalam politik praktis dan kesejahteraan prajurit TNI. Sedangkan, agenda kedepan yang masih menjadi sorotan sikap profesionalisme. Perwujudan sikap ini dirasa tidak semudah membalikkan tangan, jika tidak disertai sarana dan prasara serta jati diri prajurit TNI.

“Profesionalisme TNI tentu tidak hanya bertumpu pada sikap dan jiwa patriotisme prajurit, tetapi perlu didukung, ketersediaan alat dan perlengkapan serta alutsista. Tetapi ketersediaan alutsista perlu pertimbangan perkiraan ancaman dan keuangan negara,” tegasnya.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge