0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kompol Dwi Retnowati

Pangkat Lebih Tinggi dari Suami, Tak Jadi Hambatan

Kabagmin Polres Sragen, kompol Dwi Retnowati (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Keberadaan polisi wanita (Polwan) di institusi Polri tidak ada bedanya dengan polisi laki-laki. Antara keduanya tetap menyandang status polisi yang bertugas untuk melayani dan mengayomi masyarakat. “Kita tetap berusaha mewujudkan bagaimana agar keberadaan Polwan bisa terlihat di masyarakat, bahwa Polwan hadir di tengah masyarakat,” kata Kabagmin Polres Sragen, Kompol Dwi Retnowati kepada Timlo.net, kemarin.

Sebagai Polwan senior di lingkungan Polres Sragen, Kompol Dwi selalu memberikan semangat kepada rekan-rekannya sesama anggota Polwan untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat, misalnya, melakukan patroli setiap pagi. Walaupun diakui Retno, jumlah Polwan di jajaran Polres Sragen masih tergolong minim bila dibandingkan jumlah anggota polisi keseluruhan. Dari 1.047 jumlah anggota polisi, 22 di antaranya adalah Polwan. Retno adalah satu-satunya Polwan yang berpangkat Komisaris Polisi (Kompol). Lainnya adalah Pama 2 orang dan 19 Bintara.

Sebagai seorang wanita tentunya Polwan juga tidak terlepas dari kodratnya, seperti harus mengurusi rumah tangga dan pendamping suami seperti wanita pada umumnya. Hal itu pun dirasakan Retno, tapi itu baginya tidak mendatangkan masalah dalam rumah tangganya. Tetapi baginya selama keluarganya tidak ada masalah dan bisa ditinggalkan, sebagai seorang polisi dia tetap mengutamakan tugas.

“Kita ini prinsipnya siap perintah. Kita ini mengutamakan tugas, kalau memang itu keluarga bisa ditinggal ya kita tetap bertugas. Paling hambatannya kalau punya anak kecil, pembantu tidak ada, itu yang repot,” ujar Retno yang sejak tahun 1986 telah menjadi polisi.

Apalagi suami Retno adalah juga sebagai seorang anggota polisi, Aiptu Heru Wahyono, yang saat ini bertugas di Polres Sukoharjo. Walaupun dari segi kepangkatan Retno lebih tinggi dari sang suami, tetapi ketika berada di rumah, dia tetap memposisikan diri sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus segala macam pekerjaan rumah tangga. Demikian juga dengan suaminya yang pangkatnya lebih rendah, bisa memahami tugas Retno bila suatu saat dia tidak bisa mendampingi suaminya dalam suatu acara tertentu.

“Karena kita sudah komitmen, suami dulu menyarankan agar saya mengikuti pendidikan, dia yang mengalah, akhirnya saya menjadi seperti ini. Kalau di rumah ya biasa seperti rumah tangga lainnya, saya juga melaksanakan tugas sebagai ibu sesuai kodrat saya,” ujar ibu dari 2 putra ini..

Di akhir obrolan dengan Timlo.net, Retno mengharapkan Polwan tetap harus mengikuti perkembangan jaman dan situasi agar tidak tertinggal dengan rekan Polki. Di sisi lain,  Polwan harus memenuhi  harapan masyarakat dan institusi untuk mengadakan pelayanan sebaik-baiknya dengan niat iklas. “Kita harus bisa memenuhi harapan masyarakat, keberadaan kita bisa bermanfaat dan jangan sampai menjadi beban masyarakat. Harus ada kemauan, niat dan iklas untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge