0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nangkap Ikan Sembarangan di WGM Didenda Rp 15 Juta

Rapat para nelayan WGM Wonogiri membahas ketersediaan ikan (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Pemkab Wonogiri memberlakukan larangan penangkapan ikan di bawah ukuran panjang 10 centimeter di WGM (Waduk Gajah Mungkur). Pelanggaran atas regulasi ini adalah pidana kurungan maksimal 6 bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta.

Kabid Perikanan pada Disnakperla (Dinas Peternakan Perikanan dan Kelauta) Wonogiri, Heru Sutopo mewakili Kepala Dinas, Rully Pramono Retno, menjelaskan regulasi tercantum dalam Peraturan Daerah Nomo Nomor 9 Tahun 2003 tentang Retribusi Usaha Perikanan di Perairan WGM. Terkait larangan berada di Pasal 19.

“Tujuannya untuk menjamin keterlangsungan dan ketersediaan ikan di waduk (WGM), apalagi baru saja ditebarkan bibit ikan Patin Siam oleh Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jadi kalau ditangkapi secara sembarangan akan semakin menyusut,” terang Heru, Sabtu (6/10).

Sebagai langkah lanjut atas ketentuan tersebut, Disnakperla Wonogiri melarang pencari ikan memasang jaring insang (gill nets) dengan ukuran mata kurang dari 2 inchi. Juga tidak memperbolehkan jaring tarik atau branjang.

“Seandainya terlanjur tertangkap ikan dengan ukuran kurang dari 10 senti panjangnya maka harus dilepaskan kembali,” ujarnya.

Sayangnya, diakui Heru, sangat sulit mengawasi penangkapan ikan di WGM. Pasalnya tidak semua penangkap ikan adalah nelayan.

“Kalau nelayan jelas dari ikan yang dijualnya ke pedagang kita bisa memantaunya, tapi banyak pula yang hanya masyarakat biasa yang ketika memperoleh ikan tidak dijual. Kami minta untuk seluruh masyarakat menaati peraturan ini, tidak hanya buat nelayan,” pungkas Heru.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge