0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kethek Ogleng ‘Pethakilan’ di Keraton Solo

kethek Ogleng dari Wonogiri pentas di Gelaran Kesenian rakyat di Sasana Semuwa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat (5/10) malam. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Kesenian Kethek Ogleng yang telah ditetapkan menjadi ikon Kabupaten Wonogiri ikut ditampilkan dalam Gelar Kesenian Rakyat  di Sasana Semuwa Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat (5/10) malam.

Kethek Ogleng yang merupakan penjelmaan Raden Gunung Sari  dari Kerajaan Jenggala ini berkisah tentang misi Raden Gunungsari untuk mencari kakaknya, Panji Asmara Bangun. Tidak hanya adiknya semata yang mencari putra mahkota tersebut, namun istri Raden Asmara Bangun yang bernama Galuh Candra Kirana atau Dewi Sekartaji juga ikut mencarinya.

Repertoar tersebut dipentaskan dan dikemas apik diselingi dengan dagelan-dagelan yang mengocok perut para penonton. Wakil Pangarso Pakasa Wonogiri, KRT Suralegawa Adi Negara mengatakan, esenian tersebut ditampilkan sebagai pengenalan ikon kabupaten Wonogiri. Disamping itu juga, ikon Kethek Ogleng yang telah ditetapkan tersebut merupakan kisah leluhur dari kabupaten tersebut.

“Ini merupakan kisah leluhur dari Wonogiri,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan, dalam kisah tersebut tersisip pesan bahwa seorang pemimpin perlu membekali dirinya dengan pengalaman-pengalaman yang mumpuni sebelum memangku jabatannya. Hal itu terwakili oleh sosok Raden Panji Asmara Bangun yang tidak mau menduduki tahta sebelum mengembara mencari jati dirinya. “Sebagai pemimpin harusnya memiliki kemampuan dan kearifan dalam hidupnya,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Sura, Panji Asmara Bangun yang merupakan putra mahkota dari kerajaan Jenggala mengembara untuk mencari jati dirinya tanpa pamit kepada ayahnya Prabu Ami Luhur. Panji Asmara Bangun mengembara karena sebagai putra mahkota dirinya sadar belum mempunyai kemampuan dalam hal memimpin kerajaan.

Suatu ketika Dewi Sekartaji digoda oleh Kethek Ogleng tersebut dan Raden Panji Asmara Bangun menolongnya. Dari kejadian itulah, akhirnya istri dan adiknya menemukan Panji Asmara Bangun yang telah lama mengembara. Akhirnya mereka pulang ke Kerajaan Jenggala bersama-sama.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge