0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Kasus Pemalsuan Akta Autentik Yayasan Bhakti Sosial Surakarta (YBSS)

Divonis 8 Bulan, Notaris Ninoek Poernomo Ajukan Banding

Terdakwa Robby Sumampow menghadiri persidangan kasus pemalsuan akta autentik Yatasan Bakti Sosial Surakarta (YBSS), Selasa (3/7) di PN Solo. (Ilustrasi) (Dok.Timlo.net/ Iwan kawul)

Solo — Terkait dengan vonis Robby Sumampouw, Notaris Ninoek Poernomo (45), warga Panularan, Laweyan, Surakarta akhirnya divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo 8 bulan kurungan penjara. Ninoek divonis lantaran diduga kuat ikut melakukan tindak pidana dengan melakukan pemalsuan terhadap akta autentik Yayasan Bhakti Sosial Surakarta (YBSS). Ia divonis Ketua Majelis Hakim usai pihak PN melakukan proses sidang terdakwa Robby Sumampouw, Kamis (4/10) malam.

“Terdakwa diputus dengan penjara selama delapan bulan penjara karena terbukti melangar pasal 264 ayat 1 KUHP dengan tindakan melakukan pemalsuan terhadap data autentik,” ujar Ketua Majelis Hakim PN Solo Bintoro Widodo didampingi dua anggota majelis Edi Purnono dan Bhudy Hertatyo dalam persidangan pembacaan putusan.

Diketahui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahayu Nuraharsi, dirinya mengatakan, terdakwa Ninoek Poernomo setelah menerima putusan dari Majelis Hakim langsung melakukan pengajuan banding. Ninoek divonis melanggar pasal 264 ayat 1 KUHP karena telah membuat dan menerbitkan akta autentik 58 tahun 2008 YBSS.

“Ya Mas, terdakwa langsung melakukan banding setelah menerima putusan dari Majelis Hakim,” terang Rahayu saat dihubungi wartawan melalui pesan singkatnya, Jumat (5/10).



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge