0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bhakti Alam Sempat Mengeluh Capek

foto akun facebook Bhakti Alam (Facebook.com)

Solo — Tewasnya Bhakti Alam (23) mahasiswa MIPA UNS yang ditemukan telah membusuk di kamar kostnya Wisma Taufiq, Gang Guruh VII RT 02/RW XII Ngasinan, Jebres, Solo, Jumat (5/10) menjadi peristiwa yang mengejutkan bagi teman-teman satu kosnya maupun teman-teman kuliah korban.

Salah seorang teman Bhakti Alam, Ardhianto mengaku masih berkomunikasi dengan Alam, Rabu (3/10) malam. Korban mengeluh capek dan ingin istirahat setelah mengikuti seminar di Hotel Lor in. Sejak dua hari terakhir, Alam sudah tak terlihat di kampus. Dimata Ardhianto yang juga teman satu kelas, Alam merupakan sosok yang pendiam, aktif mengikuti kegiatan kampus.

“Kamis pagi saya telepon tidak ada jawaban, padahal Rabu malam SMS mau pinjam makalah untuk bahan skripsi,” katanya.

Sesaat sebelum korban ditemukan tewas, awalnya bau busuk yang menyengat di lingkungan Wisma Taufiq tersebut dikira bau sampah. “Saya kira bau sampah, setelah sampah saya bersihkan kok baunya masih ada,” ungkap Hanif, teman satu kos Alam.

Sebelum berangkat Sholat Jumat,  Hanif curiga bau busuk menyengat di dalam area kos. Kecurigaan itu bertambah usai melintas di kamar korban Bakti Alam, sepulang Sholat Jum’at. Hanifpun berupaya mengetok kamar Alam, tetapi tak ada jawaban. Ia kemudian berinisiatif membuka jendela nako kamar.

“Saya kaget, pas kaca tak buka langsung baunya menyengat, saya lihat Bakti sudah kaku di belakang pintu,” terang Hanif.

Tak menunggu lama, Hanif pun lantas memberitahu penghuni kamar lain untuk kemudian mendobrak pintu kamar Alam yang terkunci. Korban yang dua tahun ini ngekos di lokasi setempat ditemukan dalam keadaan tengkurap di balik pintu kamar. Kaki kanannya biru, sebagian tubuh sudah dikerumuni lalat.

“Sudah beberapa hari ini dia tak kelihatan di kos, biasanya nongkrong bersama,” terang Hanif.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge