0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karamba Waduk Cengklik Ditertibkan, Petani Keberatan

Petani Karamba di waduk cengklik (Dok.Timlo.net/ nanin)

Boyolali — Sejumlah petani karamba di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali mengaku keberatan dengan rencana PSDA Jateng yang hendak menghilangkan karamba dari waduk. Pasalnya, pembuatan karamba tersebut berawal dari program mengembangkan masyarakat sekitar waduk oleh Pengelolaan Sumber Daya Air Jateng.

Hal tersebut diungkapkan salah satu petani karamba, Rohmat, sangat tidak setuju bila karamba menurut sejarah adalah program PSDA  sendiri pada tahun 2002. Dimana saat itu PSDA membentuk Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Waduk Cengklik dengan dana Rp 1 miliar dari bank dunia. Bila karamba dilarang di waduk maka akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Pasalnya, petani karamba yang kebanyakan warga sekitar waduk sangat tergantung dengan hasil perikanan tersebut.

“Kami sangat keberatan, bertahun-tahun kami mengelola karamba untuk menopang perekonomian,apalagi karamba disini modalnya dari bank,ya kami berharap agar karamba tidak dibersihkan,” tandas Rohmat,salah satu pemilik karamba di Waduk Cengklik, Jumat (5/10 ).

Disisi lain, salah satu petugas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo PSAD Jateng, Tejo Sularto, lahan waduk yang diperbolehkan untuk karamba hanya 1% saja. Sementara kondisi saat ini, hampir 4% lahan waduk dipenuhi oleh karamba. Padahal karamba ini sendiri merupakan penyumbang terbesar sendimentasi di waduk. Saat ini saja tercatat 1089 karamba di waduk.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge