0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Isu Jual Beli Jabatan, Kasek Baru Jangan Terpengaruh

Para kepala sekolah yang Jum'at (5/10) dikumpulkan di Dinas Pendidikan Sragen untuk mendapat pengarahan dari BKD Sragen. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Sekretaris Dinas Pendidikan Sragen Joko Saryono, mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para kepala sekolah (Kasek) dan pengawas sekolah untuk diberi pengarahan dan penjelasan agar mereka tidak terpengaruh oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka dikumpulkan memang atas permintaan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen, Budiyono.

“Mereka kita kumpulkan karena ada orang yang merasa berjasa dalam pengangkatan mereka, kita kumpulkan agar mereka tidak terpengaruh dan tidak memberikan uang kepada orang yang tidak bertanggung jawab. Sebelum mereka menjadi korban kita kumpulkan,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/10) siang.

Joko menjelaskan, semua mekanisme pengangkatan Kasek itu sudah jelas yaitu dengan melalui tahapan tes. Adanya berita mereka tidak lulus tetapi tetap diangkat menjadi Kasek, kata Joko, adalah biasa yang dihembuskan oleh orang karena faktor suka dan tidak suka. “Kalau ada yang tidak ikut tes tetap diangkat, itu hanya isu yang tidak suka terhadap Kasek yang bersangkutan. Karena mungkin dirinya tidak diangkat menjadi Kasek. Itu biasalah,” kata Turdiyanto.

Tetapi Joko mengakui memang ada beberapa Kasek yang diangkat kendati mereka belum mengikuti pendidikan dan pelatihan di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS). Karena ketentuannya Kasek harus lolos uji LP2KS tersebut baru akan diberlakukan pada tahun 2013 mendatang.

“Karena itu memang belum diberlakukan, baru diberlakukan tahun 2013, dimana nanti semua kepala sekolah harus melalui persyaratan lolos dari LP2KS. Kalau tahun ini belum, tetapi  mereka tetap harus mengikuti seleksi,” terangnya.

Prihantomo, Kepala SMP Negeri 1 Miri yang baru diangkat, kepada Timlo.net, mengatakan, sebelumnya sama sekali tidak mengetahui kalau dirinya bakal diangkat menjadi Kasek. Ketika diberitahu untuk diangkat menjadi Kasek, awalnya tidak percaya. Pada Sabtu (29/9) lalu, dia mendapat telepon untuk melakukan gladi bersih di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada pukul 10.30 WIB.

“Ketika saya datang ternyata tidak hanya gladi bersih, saya diberitahu bahwa pada pukul 14.00 saya bakal dilantik untuk menjadi kepala sekolah,” katanya.

Tomi, panggilan akrabnya, sebelumnya adalah guru di SMP Negeri 2 Kedawung. Namun demikian dia mengaku sebelumnya memang pernah mengikuti tes kepala sekolah dan telah lolos dari LP2KS.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge