0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Isu Jual Beli Jabatan, BKD Kumpulkan Kasek

Kepala BKD Sragen, Budiyono, memberikan pengarahan kepada kepala sekolah di Aula Dinas Pendidikan Sragen, Jum'at (5/10). (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sragen akhirnya mengumpulkan para kepala sekolah (Kasek) yang baru beberapa hari lalu dilantik Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman. Dikumpulkannya Kasek di Aula Dinas Pendidikan Sragen pada Jumat (5/10) siang itu, tidak lepas dari adanya berita yang berkembang, bahwa ada di antara Kasek tersebut membayar sejumlah uang tertentu untuk bisa diangkat menjadi Kasek dan pengawas sekolah.

Kepala BKD Sragen Budiyono, dalam pengarahan kepada para Kasek menghimbau agar mereka tidak mempercayai adanya berita yang belum pasti dapat dipertanggungjawabkan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengangkatan Kasek sudah melalui proses seleksi. “Anda itu menjadi kepala sekolah sudah melalui tes dan anda dipandang pantas untuk menjadi kepala sekolah,” katanya.

Ikut mendampingi Budiyono dalam pengarahan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan Sragen, Joko Saryono, Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Turdiyanto dan Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah, Suwardi.

Ketika ditemui, usai memberikan pengarahan, Budiyono, semula enggan untuk memberikan komentarnya. “Biasa, ini tadi cuma pengarahan rutin,” ujarnya singkat.

Tetapi setelah beberapa media membuntutinya sampai masuk mobil, akhirnya Budiyono bersedia berkomentar. Pihaknya sengaja mengumpulkan Kasek untuk meluruskan apa yang telah terjadi dibalik pengangkatan Kasek untuk tingkat SD, SMP dan SMA/SMK tersebut. Budiyono mengaku selama ini memang ada laporan yang dia terima, bahwa ada beberapa Kasek yang didatangi oleh orang yang mengaku dekat dengan Bupati Agus Fatchur Rahman dan Kepala BKD atau dirinya.

“Memang ada laporan bahwa ada beberapa kepala sekolah yang didatangi orang yang mengaku berjasa atas pengangkatanya sebagai kepala sekolah. Orang tersebut mengaku dekat dengan bupati dan sebagainya,” katanya.

Budiyono menjelaskan, jika itu benar dia mempersilahkan para Kasek yang ditemui orang tersebut untuk melacaknya. Tetapi bila yang melakukan itu adalah seorang PNS apalagi orang itu adalah pegawai BKD, Budi berjanji akan melacaknya.

“Kalau itu berhubungan dengan lini saya (PNS dan BKD –Red)) tetap akan saya lacak. Tetapi kalau mereka hanya merasa kenal dengan Bupati,  Kepala BKD, lebih baik tidak usah ditanggapi. Semua kepala sekolah itu sudah melalui tes dan pantas untuk menjadi kepala sekolah,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge