0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gedung BI Perkaya Khasanah Budaya Solo

GEDUNG BANK INDONESIA SOLO-Gedung Bank Indonesia Solo yang tampil dengan arsitektur modern dengan tetap mengedepankan budaya lokal (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Kehadiran gedung baru Bank Indonesia (BI) Solo diyakini bakal semakin memperkaya khasanah budaya daerah. Pasalnya, selain mengadopsi unsur modern, bangunan yang berada di kawasan Jl Jenderal Sudirman ini juga menyiratkan unsur budaya Jawa dengan berbagai sentuhan tradisional di setiap sudutnya.

Gaya seperti ini, diakui Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, tidak lepas dari komitmen institusi untuk senantiasa mengedepankan budaya lokal dalam setiap bangunannya. Hanya saja melalui konsep harmony by contrast, gedung yang dibangun tersebut tampil dalam arsitektur modern berbalut keindahan seni tradisional Jawa.

“BI selalu berusaha mencari jalan bagaimana tetap memelihara budaya lokal. Kehadiran gedung baru ini tidak hanya sebagai fasilitas pekerjaan, tetapi lebih dari itu untuk memperkaya khasanah budaya,” ujarnya, ketika memberikan sambutan dalam acara peresmian gedung baru Bank Indonesia Solo, Jumat (5/10).

Adapun unsur tradisional yang disematkan pada bangunan tidak hanya melingkupi bagian interior saja, namun juga pada sisi eksterior pendukungnya. Baik interior maupun eksterior bangunan dibuat selaras dengan kultur masyarakat Kota Solo. Selain diperindah dengan motif Kalpataru pada sisi interiornya, gedung baru BI Solo juga dipercantik dengan pahatan wayang beber.

Sementara sebagai bangunan modern, gedung baru BI Solo cenderung menerapkan prinsip green building dalam operasionalnya. Atas dasar hal itulah, baru-baru ini bangunan yang bersebelahan dengan gedung BI lama tersebut berhasil menyabet penghargaan Platinum dari Green Building Council.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge