0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

1.671 Guru Sragen Ikuti UKG Gelombang II

Sejumlah guru mengikuti UKG gelombang II di SMK Negeri 2 Sragen, Jum'at (5/10) pagi. (dok.timlo.net/agung)

Sragen —  Sebanyak 1.671 guru dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK Sragen mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) gelombang II yang dilaksanakan di beberapa tempat, seperti  SMK 1 Sragen, SMK 2, SMK Binawiyata, SMK Sukowati, SMK Diankirana, SMK Muhammadiyah 1, 2 dan 4 Sragen. UKG pada hari pertama, Jumat (5/10) ini diikuti 508 guru.

Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Sragen, Turdiyanto, ketika ditemui Timlo.net, di ruang kerjanya, mengatakan, UKG gelombang II  ini adalah UKG tersendiri yang tidak ada kaitannya dengan UKG gelombang I yang telah terlaksana.

Kendati demikian, kata Turdiyanto, bagi guru yang pada gelombang I belum berhasil login dan tidak lolos bisa mengikuti UKG gelombang II ini. “Yang kemarin yang belum ikut, tidak berhasil login atau tidak lolos ikut pada UKG kedua ini,” katanya.

Namun untuk UKG kali ini diutamakan yang SMK terlebih dahulu, baru kemudian SMA dan SMP yang tidak login, baru kemudian pengawas sekolah baik tingkat TK, SD dan SMA/SMK. Turdiyanto menerangkan, yang ikut dalam UKG adalah para guru yang sudah tersertifiksi. Sedangkan tujuan dari UKG ini adalah untuk melakukan pemetaan bagi masing-masing guru untuk mengikuti tahap berikutnya seperti adanya pembinaan dan Diklat. Tetapi mereka harus lolos UKG dengan standar nilai 70.

“Jadi yang UKG ini sudah tersertifikasi. Ini hanya pemetaan saja dan tidak ada kaitannya dengan penerimaan sertifikasi. Ini hanya untuk pemetaan mungkin nanti ada pembinaan dan Diklat. Makanya ada nilai standart 70,” pungkasnya.

Sementara itu Danang Priyatmoko, seorang guru SMK Kosgoro 1 Sragen, ketika ditemui mengaku tidak lolos dalam UKG gelombang II ini. Dia mengaku hanya berhasil memperoleh nilai 59 dari yang seharusnya 70. Dari 100 soal yang dikerjakannya, Danang mengaku hanya bisa mengerjakan soal kompetensi profesional, sedangkan untuk soal kompetensi pedagogik kurang dia mengerti.

“Saya jatuhnya pada soal pedagogik. Untuk yang soal profesi bisa saya kerjakan, saya tidak lolos sebab hanya dapat nilai 59,” kata Danang sambil menunjukkan hasil UKG-nya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge