0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antisipasi Penyakit Antraks

Sragen Waspadai Hewan Kurban dari Boyolali

Sapi-sapi yang dijual di Pasar Hewan Nglangon Sragen. (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Mendekati datangnya Hari Raya Idhul Adha 1433 H atau Hari Raya Qorban, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen mewaspadai masuknya hewan ternak ke daerah Sragen. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipsi adanya hewan yang diduga mengidap penyakit antraks.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Disnakkan) Sragen, Mulyani menyatakan, untuk mengantisipasi itu pihaknya mewaspadai masuknya hewan ternak di wilayah perbatasan yang akan masuk ke wilayah Sragen, seperti Kecamatan Kalijambe, Sukodono, Miri dan Gemolong. Mulyani menyatakan, salah satu kabupaten yang perlu diwaspadai yang berbatasan  dengan Sragen adalah Boyolali.

“Kita mewaspadai karena Kabupaten Boyolali merupakan andemis antraks” kata Mulyani ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (5/10).

Menanggapi soal Kabupaten Sukoharjo yang juga mewaspadai hewan ternak asal Sragen, Mulyani mengakui, Sragen memang pernah terjadi penyakit antraks pada tahun 2010. Kasus antraks terakhir terjadi pada tahun 2011 di Desa Brojol, Kecamatan Miri.

“Tetapi setelah itu hingga tahun 2012 ini Alhamdulillah sudah tidak ada kasus antraks,” ujarnya.

Dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit antraks tersebut pihaknya selalu melakukan pengendalian dan vaksinasi antraks. Program vaksinasi antraks ini sudah dimulai pada Maret hingga Juli 2012 untuk tahap pertama dengan memberikan vaksinasi ternak sebanyak 5.510 ekor.

“Kemudian untuk September dan Oktober ini kita lakukan vaksinasi lagi, hewan yang sudah divaksinasi kita ulangi kembali. Target kami lebih dari 5.510 ekor sapi dapat kita vaksinasi,” terang Mulyani.

Sementara wilayah yang menjadi sasaran vaksinasi adalah 13 kecamatan dan 47 desa yang ada di Sragen.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge