0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemuda MTA Gelar Diskusi di TBJT

Musik untuk Pembangunan Moral

Solo — Diskusi budaya dengan tema “Telaah Kritis Seni Hiburan: Musik dan Pembangunan Moral Bangsa” digelar di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kentingan, Jebres, Solo, Selasa (2/10) lalu. Acara tersebut diselenggarakan Pemuda Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) bidang Kebudayaan sebagai rangkaian acara Deklarasi Pemuda MTA pada 7 Oktober 2012

“Setiap kita membawa musiknya sendiri,” kata Sabrang Mowo Damar Panoeloh –akrab dipanggil Noe, vokalis group band Letto yang tampil sebagai pembicara.

Menurut Noe, musik yang baik adalah musik yang orisinil dari diri kita. Bukan plagiat ataupun meniru dari orang lain atau negara lain. “Inspirasi boleh, tapi jangan menjiplak,” jelasnya.

Putra Emha Ainun Najib (Cak Nun) itu juga mengungkapkan adanya karakter khas konsumen musik di Indonesia yaitu tidak punya karakter. “Sehingga setiap ada tren musik di pasaran, masyarakat kebanyakan juga mengikuti trend tersebut. Maka tidak mengherankan jika satu orang di Indonesia bisa menjadi fans lebih dari satu band atau penyanyi,” tambah Noe.

Dalam rilis yang diterima Timlo.net disebutkan, selain Noe, diskusi tersebut juga menampilkan pembicara Prima Yustana, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Menurut Prima, saat ini banyak anak di bawah umur sudah menyanyikan lagu orang dewasa. Hal ini menurutnya, sangat berpengaruh pada pembangunan moral bangsa. Tak hanya itu, Ketua Pemuda MTA Perwakilan Sukoharjo ini juga menjelaskan pembangunan moral tak bisa dibangun atas dasar selera musik. Musik hanya menjadi salah satu sarana saja, selebihnya dikembalikan kepada pendalaman nilai-nilai pengamalan agamanya.

Diskusi yang diikuti lebih dari duaratus peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa dan pelajar, guru, seniman, serta masyarakat umum tersebut berlangsung secara interaktif. Koordinator acara, Hasan Mustofa mengatakan bahwa panitia tidak mengejar target jumlah peserta. Yang lebih penting adalah esensi dari diskusi yaitu bagaimana umat Islam tidak alergi dengan musik namun juga tidak salah dalam menempatkan musik. (*)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge