0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Modal KTP Palsu, Pemuda Ini Gelapkan Mobil Rental

Pelaku penggelapan mobil saat dimintai keterangan oleh polisi (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Aparat Polres Klaten berhasil menangkap Andi Susanto (22), warga Dukuh Dawung, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali karena terlibat kasus penggelapan mobil dengan modus menggunaan kartu tanda penduduk (KTP) palsu. Pelaku ditangkap usai beraksi di Klaten.

Informasi di Mapolres Klaten, Kamis (4/10) menyebutkan, penangkapan pelaku bermula dari laporan korban Agung Sugiarto (32) warga  Dukuh Betro, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten pada tanggal 24 September lalu.

Dalam laporannya itu, korban mengaku mobil Daihatsu Xenia warna putih bernomor polisi AD 8475 CV tidak pernah kembali saat disewa oleh seseorang bernama Andri Setiawan warga Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Klaten.

Dalam keterangannya, mobil korban disewa sejak 14 September 2012 dengan harga Rp300 ribu. Sedangkan pelaku baru membayar uang Rp200 ribu dan sisanya akan dilunasi setelah batas sewa habis.

Pada saat itu, korban percaya karena pelaku meninggalkan jaminan sebuah sepeda motor Yamaha Alfa Nopol AD 4903 TH dan selembar KTP. Namun sampai masa jatuh tempo sewa, mobil korban tak kunjung dikembalikan. Bahkan pelaku menghilang.

Korban sempat mencari ke alamat yang tertera pada KTP jaminan itu. Namun alamat tersebut tidak pernah ditemukan. Merasa ditipu, korban kemudian melapor ke Polres Klaten.

Dari hasil pengejaran, polisi berhasil menangkap pelaku di daerah Pedurungan, Semarang. Hanya saja mobil korban sudah digadaikan kepada seseorang berinisial AG warga Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Saat dilakukan penelusuran polisi berhasil menemukan mobil milik korban.

Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja, melalui Kasubag Humas Polres Klaten AKP Sugiyanto, mengatakan dalam melancarkan aksinya, modus yang digunakan pelaku adalah menggunakan KTP palsu untuk mengelabuhi setiap korbannya. Dan perbuatan itu tidak hanya sekali dilakukan.

“Akibat dari perbuatannya itu pelaku telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan atau Penggelapan. Ancamannya pidana maksimal 4 tahun penjara,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge