0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rp 20 Miliar untuk Keruk Waduk Cengklik

Sedimentasi di Waduk Cengklik. (Foto diambil 4 Oktober 2012). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Sedimentasi di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali semakin parah. Akibatnya air waduk saat ini tinggal 1,39 juta kubik. Dari sisa tersebut, hanya 3,9 juta kubik yang bisa digunakan, sisanya harus tetap berada di waduk.

Awal bulan November ini, pihak Dinas Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) Jawa Tengah akan melakukan pengerukan di Waduk Cengklik. Untuk tahap pertama dianggarkan Rp 5 miliar diambilkan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Sedangkan tahap kedua dengan anggaran Rp 15 miliar baru akan dilakukan tahun depan.

Kepala Dinas PSDA Jateng, Prasetyo Budi Yuwono mengatakan, proses pengerukan akan dilakukan pekan ini dengan agenda mobilisasi pekerja dan alat berat. Selanjutnya awal bulan November akan mulai dikeruk.

Titik-titik pengerukan akan dilakukan setelah dilakukan survei. Menurut Prasetyo, pengerukan tidak bisa dilakukan begitu saja meski waduk menjadi kewenangan PSAD. Pasalnya, pihaknya harus melakukan dialog dengan warga yang mengunakan waduk untuk karamba dan areal persawahan.

“Kita akan komunikasikan dulu, menghindari benturan, mengingat banyak warga yang memanfaatkan air waduk, khusus untuk areal pertanian kemungkinan kita akan menunggu mereka panen dulu,” ujar Prasetyo ditemui saat sidak di Waduk Cengklik, Kamis (4/10).

Sementara untuk karamba, kemungkinan besar pihaknya akan melakukan penertiban. Bagaimanapun juga, karamba di Waduk Cengklik mempunyai andil besar dalam soal sendimentasi waduk. Begitu juga dengan warga yang menanami areal waduk saat air surut.

 

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge