0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penggunaan Alat Panen Mekanis Perlu Ditinjau Ulang

Uji Coba Alat Panen Mekanis di Boyolali, Kamis (4/10). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali —  Alat panen mekanis atau Combain Harvester mulai diujicobakan di areal pertanian di Boyolali. Kemampuan alat ini melebihi panen dengan cara manual. Namun, karena harganya mencapai Rp 400 juta, Gubernur meminta meninjau ulang penggunaannya.

Gubenur Jawa Tengah Bibit Waluyo didampingi Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto melakukan uji coba langsung penggunaan Combain Harveser di lahan pertanian padi di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Alat ini untuk yang pertama kalinya digunakan di wilayah Boyolali.

Keuntungan dari penggunaan alat ini sendiri, waktu untuk memanen padi seluas 1 hektar hanya membutuhkan waktu 2 jam. Sedangkan untuk manual membutuhkan waktu hingga 10  jam. Sementara untuk benih yang hilang lebih bisa dikurangi.

“Sayangnya alatnya mahal, kalau Rp 400 juta itu dibelikan handtraktor kan bisa banyak, sehingga bisa dimanfaatkan oleh semua petani,” tandas Bibit usai uji coba alat, Kamis (4/10).

Untuk Jawa Tengah sendiri saat ini baru memiliki dua buah Combain Harveser. Rencananya, Jawa Tengah akan mendapat bantuan dari pusat sebanyak 80 alat mekanik tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge