0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau Panjang, Masa Tanam Mundur

Masa tanam di Boyolali diundur (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Kalangan petani di Jawa Tengah diimbau untuk mengundurkan masa tanam (MT) mereka awal bulan November ini. Langkah ini menyusul terlambatnya musim penghujan tahun ini. Hujan mestinya turun pada September, tapi hingga kini tidak kunjung turun.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, meminta petani pada masa tanam 1 tahun 2012-2013 ini bisa diundur hingga hujan turun. Pasalnya, hujan belum juga turun pada masa tanam yang mestinya dilakukan pertengahan Oktober ini. Gubernur khawatir hal ini justru akan mengakibatkan gagal panen.

Selain itu, Gubernur juga meminta kepada petani untuk mengubah pola tanam saat musim kemarau ini. Perubahan pola tanam itu, bisa meminimalkan penggunaan air.

“Saat ini kan para petani sangat mengandalkan air waduk, sementara air waduk sudah menyusut, maka pola tanam harus diubah agar air waduk tidak habis,” tandas Gubernur di sela-sela panen padi di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Kamis (4/10).

Paling tidak, imbuh Gubernur, dengan penundaan masa tanam, waduk-waduk yang kosong mempunyai kesempatan untuk mengisi air sehingga bisa digunakan saat tanam dimulai. Namun demikian, musim kemarau dan mundurnya jadwal MT I ini tidak sampai mempengaruhi ketahanan pangan, khususnya beras di Jawa Tengah. Saat ini Jawa Tengah masih mampu swadaya beras sebanyak 2,9 juta ton. Jumlah itu, belum termasuk kebutuhan rutin bagi 38,5 juta penduduk di Jawa Tengah.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge