0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaksana Diminta Bongkar Lagi Seng

DPRD: Proyek Rehab Pasar Klewer Salahi Aturan

Jajaran Komisi III DPRD Solo saat Sidak pengerjaan proyek rehab Pasar Klewer (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Proyek rehab Pasar Klewer diketahui menyalahi bestek. Jajaran Komisi III DPRD Solo meminta pelaksana proyek memperbaiki pengerjaan yang tidak sesuai bestek.

Hal itu diketahui saat Komisi III melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Klewer, Kamis (4/10). Sidak dipimpin Ketua Komisi III Honda Hendarto, Sekretaris Komisi III Quatly Abdulqadir Alkatiri, anggota Komisi III Suranto, Abdullah AA, Muhammad Al Amin dan Willy Tandio Wibowo.

Dari Sidak tersebut diketahui ketebalan seng yang seharusnya 30 mm hanya menggunakan ketebalan 25 mm. Selain itu urutan pengerjaan juga menyalahi. “Pelaksana sudah mengakui adanya kesalahan bestek seng. Sehingga kami meminta seng dibongkar semua. Usuk-usuk yang rusak juga kami minta diganti. Kami minta untuk dilembur karena ini sudah mendekati musim hujan,” ujar Ketua Komisi III Honda Hendarto di sela Sidak.

Tak hanya menyalahi bestek, pengerjaan rehab senilai Rp 250 juta itu juga dinilai menyalahi urutan pengerjaan. “Seharusnya kan talangnya (atap) dulu yang diperbaiki. Lha ini malah plafonnya dulu yang dikerjakan. Kalau nantinya memperbaiki atap kan mbongkar lagi, apalagi ini sudah mendekati musim hujan,” ujar Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Abdul Kadir yang hadir di Sidak Komisi III.

Senada, Anggota Komisi III, Suranto meminta pelaksana memperhatikan urutan pekerjaan. Selain itu, Suranto juga meminta gambar pengerjaan dipasang di kantor pasar. “Gambar pengerjaan seharusnya dipasang di kantor sehingga pedagang bisa ikut mengetahui,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, pelaksana proyek PT Mina Arta, Sarto mengatakan akan segera mengganti seng hari ini juga. “Akan kami bongkar hari ini juga meskipun pengerjaannya sudah 50 persen,” ujarnya.

Santo mengakui dengan membongkar ulang pihaknya mengalami sedikit kerugian. “Tentu kami mengalami kerugian waktu dan sedikit materi. Hal ini dikarenakan sebagian pengerjaan belum masuk Rencana Anggaran Belanja (RAB). Setelah dibuka ternyata ada beberapa plafon yang rusak padahal hal itu tidak masuk RAB,” tukasnya.

Proyek rehab Pasar Klewer itu sesuai jadwal berlangsung selama 2 bulan. Sampai hari ini pengerjaan sudah berlangsung 10 hari. “Proyek ini direncanakan 2 bulan selesai. Kami sudah mengerjakannya sejak 20 September,” pungkas Sarto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge