0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rame-rame Ngadu ke DPRD

Takut Polusi, Warga Tolak Gudang Semen Purwosari

Warga yang keberatan dengan rencana perluasan gudang demen di Purwosari beraudiensi dengan DPRD Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Polemik perluasan gudang semen Purwosari kembali mengalir. Kamis (4/10) siang, ratusan warga Joho yang terancam digusur, mengadu ke DPRD Solo. Ratusan warga yang mengenakan masker serta membawa beberapa poster itu diterima Wakil Ketua DPRD Supriyanto dan beberapa anggota DPRD Solo, di Ruang Sidang DPRD.

Dalam penyampaian aspirasinya, warga menyatakan keberatan dengan adanya gudang semen Purwosari. Menurut mereka, keberadaan gudang tersebut menyebabkan polusi udara yang mengganggu warga. Selain itu warga juga menduga gudang semen tersebut belum mengantongi ijin analisan mengenai dampak lingkungan (Amdal).

“Kita ke sini (DPRD Solo) menyampaikam aspirasi masyarakat, dimana akhir-akhir ini masyarakat merasa PT KAI telah semena-mena menggusur warga kami untuk kepentingan investasi yaitu PT Holcim. Dimana PT Holcim ini akan melakukan perluasan. Dampak gudang ini kan kesehatan, mungkin 1 tahun atau 2 tahun tidak terasa, tapi 10 tahun dampaknya pasti terasa,” ujar Dian Sakti Kusuma selaku Ketua Forum Joho Bersatu, saat ditemui usai audiensi.

Dijelaskan Dian, selain polusi udara, gudang semen tersebut juga menimbulkan polusi udara. Menurutnya kegiatan bongkar muat semen menimbulkan suara yang mengganggu warga. Tak hanya itu, kendaraan besar yang biasa mengangkut semen juga menimbulkan kerusakan jalan. “Tak hanya itu, jika daerah itu nantinya menjadi daerah tertutup maka itu akan merugikan kami terkait harga tanah yang kami miliki,” lanjutnya.

Selain itu, warga juga menolak penggusuran warga. Hal itu karena dengan surat perintah pengosongan lahan, PT KAI telah berlaku sewenang-wenang.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Wakil Ketua DPRD Supriyanto berjanji akan menindaklanjuti masalah itu. “Minggu depan, kami akan mengundang PT KAI untuk mendengarkan apa yang sudah dan akan dilakukan PT KAI dalam masalah itu. Selanjutnya kami akan mencari solusi yang terbaik untuk masalah tersebut,” terang legislator Partai Demokrat ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge