0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Waduk Gajah Mungkur Rame-rame Tanam Canthel

Seorang warga melintas di antara tanaman jagung di bekas genangan WGM, Kamis (4/10) (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Tak hanya petani di wilayah Pracimantoro yang membudidayakan tanaman canthel (sorgum), penggarap lahan bekas genangan WGM (Waduk Gajah Mungkur) Wonogiri ikut pula mengembangkannya. Sorgum di genangan WGM ditanam berdampingan dengan jagung.

Hamparan tanaman yang masih satu kerabat dengan jagung itu terlihat jelas di bekas genangan WGM wilayah barat, selatan,hingga tenggara. Meliputi daerah tangkapan air di Kecamatan Wuryantoro, Eromoko, Giriwoyo, dan Baturetno. Luasan lahan mencapai 50-an hektar.

Salah satu petani penggarap, Endriyo (48), warga Gumiwang ,Wuryantoro mengaku sengaja menanam sorgum untuk penganekaragaman pangan. Dikatakannya hasil panenan nantinya sebagian besar akan dikonsumsi sendiri. Sisanya dijual sebagai pakan burung.

“Kebetulan warga di sini banyak yang suka nasi canthel, sehingga nanti kita makan selang-seling, antara beras, nasi jagung, dan kadang-kadang tiwul,” tutur Endriyo di lahannya, Kamis (4/10).

Petani lainnya Subroto (38) penduduk Eromoko Wetan menyebut mencoba membudidayakan canthel berdasarkan himbauan dari pemerintah. “Saya sering mendengar tentang penganekaragaman pangan, tidak hanya beras, tapi bahan pangan lain bisa digunakan untuk menggantikannya, makanya saya mencoba canthel yang cocok di waduk,” jelasnya. Tanaman sorgum miliknya itu kini telah berusia 10 pekan, dan berbunga hingga tinggal menunggu beberapa minggu lagi untuk dipanen.

Mantan Camat Giriwoyo yang kini menjabat di Pracimantoro, Bhawarto beberapa waktu lalu menyatakan, sorgum bisa menjadi sumber makanan pokok. Malah kandungan karbohidratnya lebih baik dari segi kesehatan ketimbang beras.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge