0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

4 Langkah Menguji Peluang Bisnis

Seminar Indonesia Dengan Sejuta Peluang, Menciptakan Bisnis Kreatif di restoran Orient, Rabu (3/10). (Dok:Timlo.net/Ranu Ario)

Solo — Dunia ini penuh peluang dan ada banyak orang menawarkan bisnis-bisnis yang diklaim mampu menawarkan keuntungan. Tapi tidak semua peluang bisnis itu sesuai atau cocok dengan kita. Bahkan bisnis yang terlihat menggiurkan bisa jadi justru menjebak kita dalam berbagai kesulitan.

Lantas, bagaimana caranya menguji peluang bisnis yang kita temui supaya tidak merugikan kita? Leonardo A Sjamsuri memberikan empat tips untuk menguji berbagai peluang bisnis dan memilah mana yang benar-benar menguntungkan kita dalam seminar  “Indonesia Dengan Sejuta Peluang, Menciptakan Bisnis Kreatif” yang digealả di Restoran Orient, Purwosari, Solo, Rabu (3/10) malam. Berikut empat tips tersebut:

1. Segala sesuatu yang berkilauan belum tentu emas

Tidak ada orang yang menawarkan peluang bisnis atau proposal bisnis untuk merugi. Mereka akan berusaha menyakinkan Anda bahwa bisnis mereka akan menguntungkan. Tapi kita harus hati-hati untuk memilah.

“Tidak semua yang terlihat berkilauan itu benar-benar emas. Tidak semua bisnis yang terlihat menguntungkan itu benar-benar menguntungkan atau cocok untuk Anda. Bisa jadi bisnis yang Anda jalani terasa menguntungkan, tapi setelah beberapa bulan dalam bisnis tersebut Anda malah terjebak dalam berbagai kesulitan,” terang Leonardo.

2. Jangan memulai sesuatu yang tidak bisa Anda akhiri

Sebelum kita menerima sebuah peluang bisnis kita harus berusaha untuk mengetahui ke mana arah bisnis tersebut. Jangan memulai suatu bisnis bila Anda tidak memiliki gambaran atau visi yang jelas untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Walaupun kita memang tidak bisa memprediksi masa depan, paling tidak kita memiliki sebuah visi dan blue print dari bisnis kita mulai dari cara memulai dan mengembangkan bisnis tersebut. Dan bagaimana perkiraan nasib bisnis tersebut di masa depan.

3. Hati-hati dengan peluang bisnis yang “too good to be true”

Bila sebuah tawaran bisnis terkesan “too good to be true” atau terlalu indah untuk menjadi kenyataan, maka Anda perlu hati-hati. Ada beberapa jenis bisnis yang menawarkan keuntungan yang tidak masuk akal sementara mereka tidak menjelaskan pola kerja dalam bisnis tersebut dan darimana keuntungan itu didapatkan.  Anda perlu berhati-hati dengan model-model bisnis seperti ini.

4. Jangan ingin cepat kaya

Kadang-kadang keserakahan kita membutakan pertimbangan dan akal sehat kita. Karena itu kita harus berhati-hati supaya kita tidak melulu berfokus pada keuntungan materi semata. Kita harus berusaha menggunakan akal sehat dan juga intuisi kita untuk memilah peluang. Jadikan keuntungan materi bukan sebagai tujuan utama.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge