0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mbah Mugi Sampaikan Pesan Lewat Tari

(Foto Ilustrasi) Mugiyono Kasido atau Mbah Mugi saat menyemarakkan SIPA 2012 dengan karya tari berjudul "Bima Maja" (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Koreografer Mugiyono Kasido atau akrab disapa Mbah Mugi selalu menyampaikan pesan moral bagi para penonton melalui karya tarinya. Keterjajahan akan teknologi dan pemanfaatan waktu yang tidak efisien, tersirat dalam simbol-simbol dalam setiap gerak tariannya.

Seperti halnya tarian yang berjudul Bima Maja dalam pegelaran SIPA 2012 beberapa waktu lalu, koreografer peraih Tropi Mangkunegara IX sebagai Penyaji Terbaik Tari Kontemporer ini menyisipkan pesan tentang manusia yang terlalu dikendalikan oleh teknologi, bukan sebaliknya. Selain itu Mbah Mugi juga berbicara tentang pemanfaatan waktu yang tidak efisien melalui sebuah alarm yang berdering dalam tarian Bima Maja.

“Kita itu sudah terjajah oleh teknologi, disamping itu juga banyak membuang waktu secara percuma. Maka dari itu saya singgung dalam pementasan saya tadi,” jelasnya usai mementaskan Bima Maja dalam SIPA 2012, Minggu (30/9) malam.

Dalam penyajiannya tersebut, koreografer kelahiran Jogodayoh, Klaten tahun 1967 ini ditemani istri dan kedua anaknya. Hal itu menurut Mbah Mugi juga merupakan simbol bahwa, warisan generasi ke generasi tidak boleh putus dari orangtua kepada yang lebih muda.

Kepada Timlo.net, koreografer yang kerap manggung di mancanegara ini menjelaskan konsep Bima Maja ini sendiri merupakan perpaduan dari jenis kontemporer dan klasik. Tarian klasik yang menjadi inspirasinya tersebut didapatkan dengan mempelajari tarian-tarian dari Jawa, Kalimantan dan Bali.

“Tarian yang saya angkat ini merupakan perpaduan antara etnik dan kontemporer,” ujar pria yang lulus dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta tahun 1993 ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge