0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Video Porno, Ratusan HP Pelajar SMP & SMA Disita

FPKP Jatinom melakukan pemeriksaan handphone dan tas pelajar (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten — Forum Penanggulangan Kenakalan Pelajar (FPKP) Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (3/10), menyita ratusan handphone (HP) milik pelajar dalam inpseksi mendadak (Sidak) di beberapa sekolah di wilayah ini.

Dalam Sidak itu, tim FPKP yang terdiri dari Koramil, Polsek Jatinom, dan dinas instansi se-Kecamatan Jatinom melakukan razia di SMAN 1 Jatinom dan SMPN 2 Jatinom.

Di SMAN 1 Jatinom, tim menyita ratusan handphone milik siswa. Sedangkan di SMPN 2 Jatinom sebanyak lima handphone diamankan. Selain handphone, tim juga melakukan penggeledahan seluruh isi tas guna mengantisipasi adanya senjata tajam yang dibawa siswa.

“Dalam razia ini tidak ditemukan adanya senjata tajam. Sedangkan handphone yang disita kemudian kami serahkan ke sekolah masing-masing untuk diperiksa. Hal ini untuk menekan peredaran video porno yang disimpan dalam handphone siswa,” ujar Sekretaris FPKP Kecamatan Jatinom, Nanang Nuryanto.

Nanang menjelaskan, kegiatan Sidak sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi kenakalan pelajar. Misalnya pembolosan hingga tindakan yang menjurus ke arah negatif.

“Dengan adanya forum paling tidak bisa membatasi ruang gerak pelajar agar tidak bertindak yang mengarah ke kriminal seperti pemalakan antarsiswa, tawuran dan tindakan kriminal lainnya,” jelas Nanang.

Nanang mengatakan, FPKP akan terus melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah sebagai upaya mencegah adanya geng pelajar. Langkah itu menyusul pernah ditemukannya adanya kelompok-kelompok pelajar yang mengatasnamakan sebagai geng Qzruh.

“Dari data yang kami temukan, karakter geng Qzruh yakni cenderung berperilaku over. Misalnya berkelahi, coret-coret dinding sekolah, minuman keras (Miras), memalak hingga yang mengarah seksual. Melihat fakta itu maka FPKP bergerak untuk meminimalisir agar tidak meluas. Saat ini pelajar yang ikut geng-geng seperti itu sudah mulai bubar. Mereka sudah mulai fokus untuk belajar,” kata Nanang.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Jatinom, Priyo Suwarno, mengaku mendukung penuh dengan adanya gerakan yang dilakukan FPKP. Hal itu sebagai langkah membantu sekolah untuk menekan kenakalan pelajar.

“Kami setuju dengan pemeriksaan yang dilakukan FPKP. Dengan harapan jangan sampai ada pemanfaatan handphone yang negatif atau menyimpang. Sebab sekolah hanya ingin siswa fokus dalam belajar,” ujar Priyo.

Hal senada juga diungkapkan Kapala SMPN 2 Jatinom, Marjadi. Ia mengatakan, menurut tata tertib sekolah, pihak sekolah memang melarang siswa membawa handphone.

“Bagi siswa yang kedapatan membawa handphone maka sanksi pertama adalah peringatan. Namun jika masih nekat membawa maka handphone akan disita sekolah dan akan diberikan saat lulus. Ini sudah ada didalam tata tertib sekolah,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge