0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tinggal 2%, Penduduk Sragen yang Belum Terekam e-KTP

Kepala Dispendukcapil Sragen, Purwadi Joko Haryanto (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Rekam data elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) Kabupaten Sragen hampir mendekati final. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen, Purwadi Joko Haryanto, mengatakan perekaman data e-KTP yang dilakukan di 20 kecamatan di Kabupaten Sragen telah mencapai 98,01 persen dari jumlah sasaran atau kontrak e-KTP sebesar 615.610 penduduk. Sementara jumlah penduduk yang sudah wajib mempunyai KTP pada tahun 2012 ini sebanyak 786.527 jiwa.

“Kita telah melakukan rekam data e-KTP sebanyak 603.347, sehingga kita tinggal 2 persen saja dari penduduk di Sragen yang belum terekam untuk e-KTP,” kata Purwadi ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/10) siang.

Menurut Purwadi, kekurangan 2 persen penduduk yang belum terekam e-KTP disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya ada yang merantau ke luar daerah atau ke luar negeri, karena jompo dan yang bersangkutan ada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) sehingga mereka tidak terdaftar dalam Database SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan).

Namun demikian, pihaknya berupaya untuk melakukan perekaman data hingga pertengahan Oktober mendatang agar kekurangan yang tinggal 2 persen atau sekitar 1.500 dapat terpenuhi.

“Pada minggu kedua Oktober nanti adalah batas akhir dari rekam data e-KTP yang telah ditentukan dari pusat. Tetapi kemungkinan ada toleransi sampai akhir Oktober, sehingga kita masih punya waktu untuk melakukan rekam data sekitar 1.500 penduduk,” tambah Sekretaris Dispendukcapil, Wahyu L Wiyanto, yang ikut mendampingi Purwadi.

Untuk lebih memperlancar rekam data tersebut pihaknya akan meminta agar setiap kecamatan melakukan koordinasi dengan desa untuk memvaliditas data yang ada di setiap desa. Setiap desa harus melakukan pendataan warganya yang belum melakukan rekam data e-KTP, untuk selanjutnya menjadualkan kembali pelaksanaan rekam data e-KTP.

“Jadi antara pendataan, jadwal dan kesanggupan desa harun sinkron,” kata Purwadi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge