0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia! 10 Mitos Tentang Testosteron

Timlo.net — Ternyata ada banyak mitos seputar testosteron. Salah satu contohnya,  beberapa pria berusaha menggunakan terapi testosteron supaya mereka merasa lebih muda dan lebih kuat. Padahal ternyata terapi testosteron terhadap para pria dengan level testosteron yang normal sangat beresiko. Dan terapi ini hanya ditawarkan kepada pria dengan level testosteron di bawah normal, sebuah kondisi yang disebut hipogonadisme.

Berikut beberapa mitos seputar testoteron dan kebenarannya seperti dilansir dari doctoroz.com:

1. Testosteron memperbaiki kesuburan

Salah. Suplemen testosteron bila digunakan sebanyak digunakan oleh para atlit untuk meningkatkan kinerja, bisa secara efektif mensterilkan seorang pria dan menyebabkan testisnya mengecil dan menjadi lunak.

2. Kelebihan berat badan tidak berhubungan dengan level testosteron

Salah. Lemak ekstra dalam tubuh bertindak seperti spon, mengambil testosteron dari darah dan mengurangi libido, energi dan sifat-sifat khas pria. Hal ini khususnya terjadi jika lemak berada di sekitar perut. Lemak yang menumpuk di paha dan bokong kurang memiliki efek yang buruk terhadap testosteron.

3. Pria bisa meningkatkan level testoteron mereka dengan berolahraga ekstra keras

Hubungan antara testosteron dan olahraga rumit. Ya, berolahraga dalam tingkat sedang bisa meningkatkan level testosteron, tapi berolahraga ekstra keras malah menurunkan level hormon ini. Dan memang benar bila level testosteron yang rendah membuat pria sulit berolahraga, yang bisa membuat lingkaran setan dari ketidakaktifan fisik dan berkurangnya level hormon.

4. Krisis paruh baya tidak berhubungan dengan testosteron

Bila pria mengeluh bahwa mereka bosan dengan karir mereka, istri mereka atau hidup mereka secara umum, mereka sebenarnya menderita kekurangan testosteron. Fenomena ini bisa disebut menoporche karena beberapa pria dengan masalah ini berpikir membeli mobil mewah baru bisa membuat meningkatkan performa seks atau membuat mereka nampak lebih menarik. Padahal kenyataannya lebih baik bila mereka melakukan check up secara medis untuk mengetahui tingkat testosteron mereka.

5. Supplemen testosteron aman

Salah. Suplemen testosteron harus digunakan di bawah pengawasan seorang dokter dan tingkat testosteron harusnya dinaikkan hanya hingga mencapai tingkat normal.

 6. Testosteron rendah menyebabkan depresi

Benar. Kebanyakan pria tidak tahu bahwa depresi bisa menurunkan tingkat testosteron. Karena kebanyakan pria tidak mengenali tanda-tanda mereka terkena depresi atau merasa enggan untuk mencari pertolongan, hal ini menjadi masalah bagi jutaan pria. Kadang-kadang meningkatkan level testosteron bisa meredakan gejala depresi. Kadang-kadang mengatasi depresi dengan psikoterapi atau obat anti depresi bisa meningkatkan level testosteron.

7.Obat kuat seperti Viagra bekerja baik untuk pria dengan level testosteron normal atau tidak

Penelitian menunjukkan bahwa obat kuat bekerja dengan baik pada pria dengan level testosteron normal. Hormon ini menyediakan dorongan untuk berhubungan seks yang tidak bisa diberikan oleh obat kuat.

8. Terapi testosteron hanya sebuah bentuk komestika farmakologi- hanya sebuah cara pria paruh baya membuat mereka merasa muda

Salah. Terapi pengganti testosteron untuk pria dalam berbagai usia yang memiliki level testosteron di bawah normal adalah perawatan medis yang valid. Karena kondisi testosteron yang kurang dalam tubuh pria memiliki potensi jelas untuk menurunkan kualitas kesehatan dan hidup. Gagal untuk merawat pria penderita hipogonadisme membuat para pria beresiko terkena penyakit jantung, osteoporosis dan mungkin Alzheimer.

9. Testosteron rendah hanya masalah yang dialami pria tua

Salah. Tentu semakin tua Anda, semakin rendah tingkat testosteron Anda. Tapi kondisi hipogonadisme bisa dialami siapapun bahkan oleh remaja pria. Beberapa kondisi seperti varicoceles, testis yang tidak turun dan beberapa masalah genetis bisa menyebabkan level testosteron di bawah normal yang perlu didiagnosa dan dirawat secepatnya.

10. Satu-satunya cara meningkatkan level testosteron adalah dengan suntikan

Beberapa pilihan sekarang tersedia untuk terapi pengganti testosteron, beberapa metode bekerja dengan cara membujuk tubuh untuk meningkatkan level testosteron secara alami daripada hanya menyuntikkan hormon secara langsung ke dalam aliran darah.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge