0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi Kekeringan, Petani Praktekkan Pelajaran IPA

Sumur artesis berpompa yang berada di bekas genangan Waduk Gajah Mungkur sisi selatan yang masuk wilayah Kecamatan Eromoko (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Ilmu pengetahuan yang didapat dari pelajaran di sekolah nyatanya mampu memberikan solusi bagi permasalahan kekeringan. Ini dibuktikan para petani WGM (Waduk Gajah Mungkur) Wonogiri yang menerapkan mata pelajaran IPA dalam pengadaan air irigasi lahan mereka.

Petani di Kelurahan Ngadirejo dan Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko dan Desa Gambiranom serta Glesungrejo (Baturetno) tidak kehabisan akal ketika kekeringan melanda areal pertanian. Dengan berbekal pengetahuan saat masih bersekolah, kendala penyediaan air bisa teratasi.

“Kami mempraktekkan pelajaran IPA, khususnya Geologi, secara umum WGM merupakan cekungan yang dikelilingi perbukitan, sehingga diibaratkan seperti cekungan mangkuk, berarti saat kering sebenarnya air masih ada di bagian tengah cekungan, nah,air inilah yang kami ambil melalui sumur artesis ” jelas Sukiran (42) petani dari Lingkungan Nglilir, Kelurahan Ngadirejo, di areal bekas genangan WGM, Rabu (3/10).

Penerapan pelajaran sekolah juga dilakukan Misman (45), penduduk Desa Tegalharjo. Menurut perhitungannya, struktur bebatuan di dasar WGM adalah tatanan padas putih. Dan sangat efektif sebagai media penampung air. Dirinya beserta rekan lain lantas mengupayakan pengambilan air yang mengendap itu.

“Air di dasar landasan waduk yang ada di tatanan padas putih kita ambil dengan mengebornya, kira-kira 5 meter sudah ketemu air, tapi karena airnya sudah mengendap atau diam, kita tidak bisa menunggunya keluar ke permukaan tanah dengan sendiri,” papar Misman.

Alhasil air mesti ditarik keluar menggunakan mesin pompa air. Selanjutnya disalurkan ke lahan sawah, jagung, dan canthel (sorgum) yang kini memasuki usia 2 bulan yang terhampar di bekas genangan WGM sisi selatan.

Berdasarkan pengamatan Timlo.net, setidaknya ada belasan sumur artesis berpompa air bertebaran di daerah tersebut. Dan demi pemerataan pengambilan air, petani menerapkan sistem bergiliran dalam mengoperasikan sumur.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge