0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Tangkap Maling Celengan Milik Gereja

Tiga tersangka pencuri di gereja ditangkap Polisi, Selasa (2/9). (Dok.Timlo.net/ Iwan Anggoro)

Solo — Dua pemuda membobol sebuah gereja di kawasan Pajang, Laweyan, Solo. Namun, aksi mereka hanya menghasilkan 3 buah celengan yang berisi Rp 16 ribu serta sepasang simbal drum.

Dua pemuda tersebut, yakni Rio Eko Saputro alias Rio (18) warga Ngantru RT 01/RW 14, Pajang, Laweyan dan WD (15) warga Jl Nanas No 8, RT 04/RW VIII, Jajar, Laweyan. Keduanya ditangkap jajaran Reskrim Polsek Laweyan seusai mencuri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Sidodadi, Pajang, laweyan, Solo, Selasa (2/10) dinihari sekitar pukul 03.30 WIB.

Kapolsek Laweyan Kompol Didik Priyo Sambodo melalui Kasi Humas Polsek Laweyan Aiptu Sri Hartanti memaparkan, kedua tersangka diketahui mencuri di gereja tersebut dengan cara melompat pagar dan membuka paksa pintu utama yang tergembok dengan menggunakan cangkul.

“Usai berhasil membuka pintu utama, kemudian kedua tersangka masuk dan mengambil beberapa barang yang berada di dalam gereja. Usai berhasil melakukan pencurian, saat berjalan dengan menggunakan sepeda Polygon tepatnya di derah Bratan, Pajang, keduanya dihentikan oleh jajaran Reskrim Polsek Laweyan yang curiga dengan para tersangka,” papar Tanti –sapaan akrab Aiptu Sri Hartanti, kepada wartawan, Selasa  (2/10) pagi.

Dari penangkapan kedua tersangka, lanjut Tanti, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti yang diduga telah dicuri dari tangan kedua tersangka di gereja yakni sepasang Simbal Drum yang terbuat dari kuningan, tiga buah celengan yang total berisi Rp 16.500, satu lembar taplak meja batik warna coklat, satu lembar bagor warna putih hijau, satu unit sepeda Polygon warna merah kuning, serta satu buah cangkul yang diduga dijadikan tersangka untuk membuka paksa gembok pada pintu gerbang gereja.

Polisi juga melakukan pengembangan penyidikan terhadap kedua tersangka. Dari pengembangan tersebut, kemudian polisi menangkap satu orang, yakni Mardi Utomo (21), warga Pondok Rejo, RT 05/RW VII, Lalung, Karanganyar. Mardi ditangkap di Karanganyar, Selasa (2/10) pagi dan satu orang lagi, inisial P, masih dalam pengejaran.

“Dari hasil pengembangan, Mardi diduga menjadi salah satu teman dari kedua tersangka yang diketahui telah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di wilayah Kecamatan Laweyan sebanyak 20 TKP,” lanjut Tanti. Para tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal kurungan penjara selama tujuh tahun.

Kepada wartawan, seorang tersangka, Rio, mengaku rencana hasil penjualan dari barang hasil curian akan digunakan untuk foya-foya dan bersenang-senang bersama teman-temannya. “Ya untuk senang-senang, Mas,” papar Rio.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge